Impian mereka untuk memiliki akses penyeberangan yang memadai akhirnya terwujud seiring dengan diresmikannya pembangunan Jembatan Garuda yang membentang di atas aliran Sungai Bengawan Solo, Selasa (31/3/2026).
Peresmian proyek infrastruktur vital tersebut ditandai dengan prosesi peletakan batu pertama yang dilaksanakan secara serentak melalui sambungan konferensi video.
Pangkas Jarak Tempuh hingga 7 Kilometer
Di wilayah Sukoharjo, kegiatan peletakan batu pertama tersebut dihadiri langsung Bupati Etik Suryani, Wakil Bupati Eko Sapto Purnomo, serta Komandan Kodim (Dandim) 0726/Sukoharjo Letkol Inf Reza Sahputra.
Baca Juga: Diresmikan Bupati Etik Suryani, Graha Pustaka Sukoharjo Catat Lonjakan Pengunjung Tiga Kali Lipat
Jembatan gantung yang dirancang dengan panjang bentang mencapai 110 meter ini nantinya menghubungkan Desa Tambakboyo dengan Desa Majasto beserta sejumlah wilayah sekitarnya.
Selama ini, warga setempat terpaksa harus memutar arah cukup jauh hanya untuk menyeberangi sungai.
Bupati Etik Suryani menyampaikan bahwa kehadiran jembatan ini akan memangkas jarak tempuh warga secara signifikan, yakni sekitar enam hingga 7 kilometer.
Pemangkasan jarak ini diyakini akan sangat membantu kelancaran akses warga menuju sekolah, pasar, dan berbagai pusat aktivitas lainnya.
Bagian dari Program Infrastruktur Nasional
Pembangunan jembatan gantung di Tambakboyo ini sejatinya merupakan bagian dari program strategis nasional untuk pemerataan pembangunan infrastruktur perdesaan.
Di wilayah cakupan Kodam IV/Diponegoro sendiri, total terdapat 71 titik jembatan yang dibangun, termasuk 16 titik di antaranya yang tersebar di wilayah Solo Raya.
Meskipun Pemkab Sukoharjo sebelumnya telah mengusulkan pembangunan di 21 titik jembatan, untuk tahun ini baru satu titik di Desa Tambakboyo yang berhasil terealisasi.
Pemerintah daerah pun sangat berharap proses pengerjaan konstruksi di Tambakboyo ini dapat berjalan lancar dan rampung dalam kurun waktu sekitar satu bulan.
Sinergi Gotong Royong TNI dan Warga
Dandim 0726/Sukoharjo Letkol Inf Reza Sahputra menjelaskan, proses pengerjaan konstruksi jembatan ini mengedepankan sinergi dengan melibatkan personel TNI dan masyarakat setempat melalui sistem gotong royong.
Tenaga ahli secara khusus diturunkan untuk menangani bagian teknis konstruksi yang rumit, sementara warga sekitar berpartisipasi membantu pengerjaan umum di lapangan.
Baca Juga: Bupati Sukoharjo Etik Suryani Luncurkan Z-Mart, 40 Warung Mustahik Didorong Naik Kelas
Pihaknya sangat optimistis proyek kolaborasi ini bisa selesai tepat waktu agar manfaatnya segera dirasakan oleh masyarakat luas.
Dorong Pertumbuhan Ekonomi Desa
Kepala Desa Tambakboyo Samsul Arifin menyambut dengan sangat antusias dimulainya pembangunan infrastruktur tersebut.
Menurutnya, jembatan penghubung ini sudah sejak lama diidam-idamkan oleh seluruh lapisan masyarakat di desanya. Ia meyakini bahwa setelah jembatan tersebut berdiri kokoh, akses mobilitas warga akan menjadi jauh lebih dekat dan efisien.
Keberadaan Jembatan Garuda ini diharapkan tidak hanya menjadi jalur alternatif baru yang mempermudah mobilitas harian, tetapi juga mampu memberikan dampak besar bagi kemajuan sektor pendidikan, pertanian, sekaligus menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi warga di kawasan bantaran Bengawan Solo. (kwl)
Editor : Tri Wahyu Cahyono