RADARSOLO.COM- Pemkab Sukoharjo resmi memulai pembangunan Gedung Layanan Perpustakaan Umum Kabupaten Sukoharjo di Kelurahan Mandan, Kecamatan Sukoharjo Kota, Rabu (11/6/2025).
Proyek senilai Rp 7,8 milyar ini direncanakan kelar dalam 180 hari kalender.
Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah (Arpusda) Sukoharjo Proboningsih Dwi Danarti menjelaskan, proyek senilai Rp7,8 miliar ini dibiayai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) bidang penelitian sub bidang perpustakaan.
Pembangunan gedung tersebut bukan sekadar penambahan infrastruktur publik.
Melainkan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui penyediaan sarana literasi yang representatif.
Hal ini sejalan dengan visi Bupati Sukoharjo mewujudkan daerah yang lebih maju, adil, dan bermartabat, serta misi meningkatkan kualitas SDM.
"Pembangunan direncanakan selama 180 hari kalender. Tapi karena ada efisiensi, sedianya akan dibangun kantin dalam area. Namun, tidak jadi dibangun," kata Probo.
Dalam kesempatan itu, Bupati Sukoharjo Etik Suryani mengatakan, gedung perpustakaan ini adalah investasi besar bagi kemajuan intelektual dan budaya masyarakat Sukoharjo.
"Perpustakaan adalah jendela dunia, tempat generasi muda dan seluruh masyarakat dapat mengakses ilmu pengetahuan, mengembangkan kreativitas, dan memperkuat daya saing di era global,” ujar Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, dalam sambutannya.
Etik menekankan, gedung layanan perpustakaan ini akan dirancang sebagai fasilitas modern dengan ruang baca yang nyaman, koleksi buku fisik dan digital yang lengkap, serta layanan ramah disabilitas.
Gedung ini juga akan menjadi pusat program literasi.
Seperti pelatihan, diskusi buku, dan kolaborasi dengan institusi pendidikan, serta ruang edukasi yang ramah anak dan terbuka untuk semua kalangan.
Baca Juga: Dorong Percepatan Tanam, Bupati Sukoharjo Serahkan Bantuan Alsintan ke 25 Kelompok Tani
"Saya berharap kehadiran gedung ini menjadi wahana wisata literasi, meningkatkan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) dan Tingkat Gemar Membaca (TGM), serta memperkuat identitas Sukoharjo sebagai kabupaten maju dan berbudaya," tegas Etik.
Proyek pembangunan gedung tersebut dikerjakan oleh PT Ngadeg Jejeg Bersama dari Kota Semarang yang memenangkan tender setelah melalui proses seleksi dan sanggah yang ketat.
Adapun pengawasan proyek dilakukan oleh PT Dharmasraya Mitra Amerta dari Yogyakarta.
Sedangkan perencanaannya digarap oleh CV Anggar Laksita dari Wonogiri.
Masa pelaksanaan pembangunan ditargetkan selama 180 hari kalender, mulai 27 Mei hingga 22 November 2025, dengan nilai kontrak sebesar Rp7,8 miliar dari total HPS sebesar Rp9,8 miliar.
Etik turut memberi pesan khusus kepada para pihak pelaksana.
Kepada Direktur PT Ngadeg Jejeg Bersama, bupati menekankan pentingnya profesionalisme dan komitmen untuk menyelesaikan proyek sesuai waktu dan kualitas yang telah ditetapkan.
Sedangkan kepada konsultan pengawas, Etik meminta agar pengawasan dilakukan secara ketat demi menjamin mutu bangunan dan menghindari kendala dalam pelaksanaan.
“Saya juga minta Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) untuk aktif berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait guna mengantisipasi potensi hambatan teknis maupun administratif yang bisa menyebabkan keterlambatan atau ketidaksesuaian proyek,” pungkasnya.
Pembangunan gedung layanan perpustakaan ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam memperkuat ekosistem literasi di Sukoharjo dan mencetak generasi pembelajar sepanjang hayat.(kwl)
Editor : Tri wahyu Cahyono