RADARSOLO.COM-Persoalan ketenagakerjaan bukan lagi isu pinggiran.
Tapi menjadi pekerjaan rumah besar bagi seluruh elemen bangsa.
Hal itu ditegaskan Bupati Sukoharjo Etik Suryani saat membuka acara Sukoharjo Job Fair 2025 di Gedung Pusat Promosi Potensi Daerah (GP3D) Graha Wijaya, Kamis (10/7/2025).
Dalam kesempatan itu, Bupati menekankan bahwa problem pengangguran tidak bisa semata dibebankan pada pundak pemerintah daerah.
Justru, katanya, solusi dari persoalan ini harus digerakkan secara gotong royong—dari pemerintah, dunia usaha, hingga para pencari kerja itu sendiri.
“Masalah ketenagakerjaan di Indonesia, khususnya di Sukoharjo, adalah masalah kita bersama. Tidak bisa hanya diselesaikan pemerintah saja. Harus ada peran aktif dari pemberi kerja, pengusaha, dan pencari kerja sendiri,” ujar Bupati di hadapan tamu undangan dan ratusan pencari kerja.
Acara Sukoharjo Job Fair 2025 yang digelar Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Sukoharjo kali ini menghadirkan 40 perusahaan dari berbagai sektor.
Menawarkan ratusan lowongan kerja kepada para pencari kerja lokal.
Job fair ini diklaim sebagai salah satu langkah konkret untuk mengurai benang kusut persoalan pengangguran yang terus membayangi kabupaten berpenduduk hampir 1 juta jiwa ini.
“Laju pencari kerja masih lebih cepat dibanding laju terciptanya lapangan kerja. Seringkali, lowongan yang tersedia pun tidak termanfaatkan secara optimal. Maka job fair ini harus jadi titik balik,” tegasnya.
Namun, Bupati mengingatkan bahwa keberhasilan Job Fair tidak bisa hanya diukur dari jumlah stand perusahaan atau banyaknya pelamar kerja yang antre mengisi formulir.
Baca Juga: Bupati Sukoharjo Ajak Warga Maknai Tahun Baru Islam Sebagai Momentum Hijrah Menuju Kebaikan
Etik menekankan bahwa indikator utama keberhasilan adalah jumlah penempatan kerja yang nyata.
“Muara dari semua proses ini adalah penempatan tenaga kerja. Job fair tidak boleh berhenti di keramaian stand dan tumpukan CV. Harus ada output yang konkret: orang bekerja,” tandasnya.
Lebih jauh, Etik juga menyerukan agar para perusahaan yang terlibat tidak hanya berpikir soal rekrutmen semata.
Tapi juga berani berinvestasi dalam peningkatan kapasitas tenaga kerja.
Pelatihan, pembinaan, dan pemagangan harus menjadi bagian dari proses penciptaan ekosistem kerja yang sehat.
“Pembangunan ekonomi daerah tidak bisa dilepaskan dari kualitas sumber daya manusianya. Maka saya harap perusahaan juga menjadi mitra dalam peningkatan SDM, bukan sekadar pengguna tenaga kerja,” katanya.
Bupati Etik juga mengajak generasi muda Sukoharjo untuk tidak sekadar menjadi pelamar kerja pasif.
Tetapi tampil menunjukkan kompetensi dan semangat kerja yang tinggi.
Ia menyebut job fair ini sebagai “kesempatan emas” yang harus dimanfaatkan secara maksimal, apalagi di tengah situasi ekonomi nasional yang masih menantang.
Etik menutup sambutannya dengan harapan besar bahwa Job Fair kali ini bisa menjadi salah satu strategi jitu dalam menurunkan angka pengangguran terbuka di Kabupaten Sukoharjo secara nyata.
“Saya berharap, Sukoharjo Job Fair 2025 ini bukan hanya memberi informasi lowongan kerja, tapi benar-benar menjadi jalan bagi masyarakat untuk mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan minat, bakat, dan kemampuan mereka,” pungkasnya.
Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi peninjauan stand-stand perusahaan oleh bupati, didampingi Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja serta jajaran Forkopimda.
Baca Juga: Bupati Etik: Pemkab Sukoharjo Siapkan Beasiswa Kuliah Anak Berprestasi dari Keluarga Tidak Mampu
Ratusan pencari kerja terlihat antusias menyerbu stan-stan perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur, retail, perhotelan, otomotif, hingga sektor digital dan kreatif. (kwl)
Editor : Tri wahyu Cahyono