RADARSOLO.COM- Pemkab Sukoharjo menggelar Pagelaran Wayang Dakwah sebagai rangkaian peringatan Hari Lahir ke-79 Kabupaten Sukoharjo, Minggu malam (13/7).
Kegiatan yang berlangsung meriah tersebut juga dimanfaatkan untuk menyosialisasikan program strategis rehabilitasi Pasar Kartasura yang akan dilaksanakan pada tahun 2026 mendatang.
Dalam sambutannya, Bupati Sukoharjo Etik Suryani menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya acara tersebut, khususnya Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan Kabupaten Sukoharjo.
Ia berharap kegiatan ini bisa berjalan lancar dan membawa manfaat bagi masyarakat.
“Pagelaran ini bukan sekadar hiburan semata, namun juga sarana untuk menyampaikan pesan pembangunan dan kebijakan strategis pemerintah daerah. Salah satunya adalah upaya peningkatan perekonomian rakyat melalui rehabilitasi pasar,” kata Etik Suryani di hadapan tamu undangan dan masyarakat yang memadati lokasi acara.
Bupati menegaskan, pembangunan pasar merupakan bagian dari infrastruktur strategis yang sangat penting bagi perputaran ekonomi masyarakat.
Selain sebagai tempat transaksi jual beli, pasar juga memiliki peran dalam menentukan harga bahan pokok, menumbuhkan UMKM, hingga menjaga kestabilan inflasi daerah.
“Pasar rakyat memiliki peran besar dalam peningkatan ekonomi daerah dan menjadi salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD). Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Sukoharjo berkomitmen menghadirkan fasilitas pasar yang nyaman, bersih, dan modern,” tegasnya.
Terkait Pasar Kartasura, Bupati Etik menjelaskan, rehabilitasi yang direncanakan pada 2026 merupakan bagian dari penataan kawasan strategis.
Lokasi pasar yang berada di wilayah segitiga emas – Solo, Yogyakarta, dan Semarang dinilai sangat potensial untuk dikembangkan menjadi simpul distribusi ekonomi yang kuat.
“Semoga ke depan Pasar Kartasura makin representatif, pedagang makin sejahtera, dan distribusi pangan makin lancar. Saya berharap para pedagang mendukung penuh proses ini dengan tetap menjaga ketertiban dan menggunakan fasilitas sementara secara tertib,” imbaunya.
Etik juga mengajak para pedagang untuk bersabar dan tetap optimis selama proses rehabilitasi berlangsung.
Baca Juga: Bupati Etik Ajak Generasi Muda Sukoharjo Lestarikan Karawitan
Ia menggarisbawahi bahwa pembangunan ini akan membawa dampak positif jangka panjang, termasuk peningkatan pendapatan dan kenyamanan berjualan.
Pada kesempatan yang sama, Bupati Etik turut menyerahkan Piagam Penghargaan Pasar Tertib Ukur dari Kementerian Perdagangan kepada 10 pasar di Sukoharjo.
Ia mengapresiasi capaian tersebut dan mendorong pasar lainnya untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan kepatuhan terhadap standar ukur yang berlaku.
“Selamat kepada pasar-pasar yang berhasil meraih penghargaan Pasar Tertib Ukur. Semoga menjadi motivasi untuk mewujudkan pasar yang tertib, aman, dan terpercaya,” ujarnya.
Sebagai puncak acara, masyarakat dihibur dengan pagelaran wayang kulit yang dibawakan oleh Ki Dalang Dr. KH. Sri Setyo, SH, S.Pd.I, M.Si, dengan lakon Wahyu Katentreman.
Etik menyebut pagelaran ini bukan hanya sebagai tontonan, tetapi juga sebagai tuntunan dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.
“Mudah-mudahan melalui lakon ini kita bisa memetik hikmah dan menjadikannya inspirasi dalam membangun Sukoharjo yang lebih makmur,” pungkasnya. (kwl)
Editor : Tri wahyu Cahyono