Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Bupati Etik Suryani Peringati Hari Anak Nasional, Orang Tua Diminta Ajarkan Permainan Tradisional dan Batasi Penggunaan HP

Iwan Kawul • Kamis, 24 Juli 2025 | 17:12 WIB
Bupati Sukoharjo Etik Suryani tegaskan peran anak dalam wujudkan Indonesia Emas 2045, serukan stop bullying dan batasi anak bermain HP.
Bupati Sukoharjo Etik Suryani tegaskan peran anak dalam wujudkan Indonesia Emas 2045, serukan stop bullying dan batasi anak bermain HP.

RADARSOLO.COM -  Bupati Sukoharjo Etik Suryani menegaskan pentingnya peran anak sebagai generasi penerus bangsa dalam upaya mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Hal tersebut disampaikan dalam sambutannya saat membuka peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-41 tingkat Kabupaten Sukoharjo, yang digelar di Auditorium Gedung Menara Wijaya lantai 10, Kamis (24/7)

Dalam pidatonya, Etik menyebut bahwa kualitas anak sangat menentukan kemajuan bangsa di masa depan.

Karena itu, setiap anak harus mendapat kesempatan yang seluas-luasnya untuk tumbuh dan berkembang secara optimal, baik secara fisik, mental, maupun sosial.

"Anak-anak adalah masa depan bangsa dan harapan Indonesia. Mereka adalah aset berharga yang harus kita bina dan asuh dengan penuh kasih sayang, perhatian, dan pendidikan berkualitas," tegas Etik Suryani.

Peringatan HAN di Sukoharjo tahun ini mengusung tema "Anak Hebat, Indonesia Kuat Menuju Indonesia Emas 2045."

Tema tersebut, menurut Etik, menjadi penegasan atas komitmen bersama untuk mencetak generasi yang cerdas, sehat, dan berkarakter.

Bupati Etik Suryani Peringati Hari Anak Nasional, Orang Tua Diminta Ajarkan Permainan Tradisional dan Batasi Penggunaan HP
Bupati Etik Suryani Peringati Hari Anak Nasional, Orang Tua Diminta Ajarkan Permainan Tradisional dan Batasi Penggunaan HP

Dalam kesempatan itu, Bupati juga secara tegas meminta semua pihak menghentikan segala bentuk kekerasan terhadap anak, termasuk praktik perundungan atau bullying yang masih sering terjadi baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

“Saya minta tidak ada lagi kekerasan terhadap anak, termasuk bullying. Anak-anak harus merasa aman, dihargai, dan dilindungi di manapun mereka berada,” tegasnya.

Etik juga menyoroti kebiasaan anak-anak yang semakin akrab dengan gawai.

Ia meminta para orang tua untuk membatasi anak bermain HP dan mengarahkan mereka pada aktivitas yang lebih bermanfaat.

“Jangan biarkan anak terlalu lama bermain HP. Ajak mereka main di luar, kenalkan permainan tradisional seperti gobak sodor, engklek, dan lainnya. Itu akan membentuk karakter, kerja sama, dan kebahagiaan mereka,” pesan Etik kepada para orang tua yang hadir.

Bupati perempuan pertama di Sukoharjo ini juga mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari orang tua, sekolah, hingga lembaga pemerintah dan non-pemerintah, untuk terus berperan aktif dalam memberikan perlindungan dan pemenuhan hak-hak dasar anak.

“Semua pihak, termasuk stakeholder kebijakan, harus bersinergi secara tepat. Perlindungan terhadap anak tidak bisa ditawar-tawar, mereka harus dilindungi dari kekerasan, diskriminasi, dan dipastikan memperoleh hak-haknya secara adil,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa pembangunan karakter anak merupakan tanggung jawab jangka panjang, hasilnya baru akan tampak dalam beberapa dekade ke depan.

Oleh sebab itu, investasi dalam kualitas anak harus terus dilakukan secara berkelanjutan.

Menutup sambutannya, Etik mengucapkan selamat memperingati Hari Anak Nasional 2025 kepada seluruh anak-anak di Kabupaten Sukoharjo dan berharap mereka tumbuh menjadi generasi hebat yang mampu membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih kuat, maju, dan sejahtera.

“Mari kita bangun generasi emas yang sehat secara fisik dan mental, cerdas secara intelektual, dan berkarakter bangsa. Anak hebat hari ini adalah pemimpin kuat di masa depan,” pungkasnya. (kwl)

Editor : Nur Pramudito
#bupati #bupati sukoharjo #Etik Suryani #hari anak nasional #sukoharjo #indonesia emas 2045