Strategi itu disampaikan kepada relawan saat perjalanan pulang dari kantor Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP Semarang, Kamis (12/12). Gibran yang berada satu bus dengan relawan mengucapkan terima kasih atas kehadiran mereka. Sembari berdiri dia meminta relawan untuk rajin blusukan.
“Saya sudah resmi jadi bakal calon wali kota, sekarang saatnya gas pol. Strateginya cuma satu, blusukan. Cuma satu itu tok,” katanya.
Menurut Gibran, relawan tidak perlu memasang spanduk atau bendera yang memajang foto dirinya. Sebab cara tersebut tidak berpengaruh banyak. Pemasangan gambar dilakukan jika angka popularitas belum didapat.
“Popularitas saya sudah 90 (persen) kok. Yang perlu itu turun ke masyarakat, blusukan,” tegasnya.
Salah satu cara yang disarankan Gibran adalah datang ke acara kematian warga, memberi bantuan keluarga yang ditinggalkan. Cara lain adalah menghadiri undangan pernikahan.
“Njenengan kalau ada layatan, kalau ada saudaranya yang mau nikah nyari saksi nikah, nggak apa-apa ngundang saya,” kata Gibran.
Saat ini, spanduk dan bendera Gibran terpasang di penjuru Kota Solo. Relawan Kancane Gibran Gaes (Kagege) Antonius Yogo Prabowo mengklaim, pemasangan spanduk dan bendera adalah inisiatif masing-masing relawan. Tidak ada instruksi langsung dari Gibran. Termasuk beberapa aksi yang digelar di beberapa titik akhir-akhir ini. (irw/ria) Editor : Perdana Bayu Saputra