Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Ngobrolin Film Imperfect, "Menyerah" dengan Insecurity atau Berdamai?

Perdana Bayu Saputra • Rabu, 18 Desember 2019 | 16:28 WIB
Pemain, sutradara, dan co sutradara film Imperfect: Karier, Cinta & Timbangan berkunjung ke kantor Jawa Pos Radar Solo, Rabu (18/12)
Pemain, sutradara, dan co sutradara film Imperfect: Karier, Cinta & Timbangan berkunjung ke kantor Jawa Pos Radar Solo, Rabu (18/12)
SOLO – Jelang penayangan perdana film Imperfect: Karier, Cinta & Timbangan pada Kamis (19/12), para pemain, sutradara, dan co sutradara makin sibuk dengan kegiatan promo dan media visit. Hari ini (18/12), mereka berkunjung ke kantor Jawa Pos Radar Solo.

Mereka adalah Ernest Prakasa yang menjadi sutradara, penulis skenario sekaligus pemeran Teddy. Meira Anastasia, co sutradara dan penulis skenario; Reza Rahadian, pemeran Dika; Jessica Mila, pemeran Rara; dan Aci Resti, pemeran Prita.

Bagi Meira, Imperfect ini sangat istimewa karena diangkat dari buku karyanya, Imperfect: A Journey to Self Acceptance. Film ini mengangkat isu tentang insecure dan body shaming, hal yang banyak dialami dan dirasakan sebagian besar manusia. Terutama para perempuan yang secara sosial masyarakat selalu dituntut lebih terkait penampilan fisik.

”Di film ini kita mau ngasih lihat kalau perempuan Indonesia banyak banget ragamnya. Bahkan, soal berat badan pun ada dua macam. Ada yang di-bully karena gemuk, ada yang di-bully karena terlalu kurus. Kemudian, rambut, kulit gelap. Perempuan memang jauh lebih sulit karena perempuan dituntut harus berpenampilan menarik. Dan, tuntutan itu tidak sama dengan lak-laki,” tutur Meira.

Secara garis besar, film mengisahkan seorang Rara (Jessica Mila) yang terlahir gemuk dan berkulit gelap. Dia menganggap hal tersebut sebagai kutukan. Apalagi bila dia melihat Lulu (Yasmin Napper), sang adik yang persis ibu mereka Debby (Karina Suwandi), seorang mantan peragawati di tahun 90-an.

Beruntung ada Dika (Reza Rahadian), kekasih yang mencintai Rara apa adanya. Suatu hari, muncul peluang bagi Rara untuk naik jabatan di kantor, tapi bos Rara yakni Kelvin (Dion Wiyoko) mengharuskan Rara mengubah total penampilannya. Di sinilah konflik dimulai.

Mila mesti menghadapi tantangan yang tak mudah untuk peran Rara ini. Karena dia harus menaikkan berat badannya hingga 10 kg. Kemudian harus menurunkan berat badan lagi. Menurutnya, ada sesuatu yang istimewa dalam film ini sehingga tak masalah jika dia harus menjadi lebih berisi

”Sebagian besar orang pasti punya insecurity seperti yang dibahas dalam film ini. Menurut aku, penting banget untuk disampaikan, dibahas. Dan begitu tahu pesan dan garis besar seperti apa, aku jadi tertarik meski harus menaikkan berat badan,” papar Mila.

Sementara bagi Reza yang sudah masternya dalam dunia akting, dia benar-benar tertarik dengan peran di Imperfect karena ada pesan mendalam yang disampaikan. ”Saya selalu senang dengan sebuah film, di mana film ini menawarkan sesuatu yang baru, yang penting untuk dibicarakan. Dan Ernest menawarkan itu. Menurut saya, itu (insecure, body shaming, Red) isu yang sangat penting,” beber Reza.

Bagaimana dengan tokoh Prita yang diperankan Aci? Prita adalah salah satu anak kos yang mengalami insecurity lantaran memiliki tompel sangat besar di dahinya. Hal itu membuat dia minder dan malu. Rupanya, peran ini benar-benar membekas bagi Aci. Apalagi dalam kehidupan nyata, dia memang selalu merasa insecure.

”Dampaknya ke Aci juga pas syuting. Takut dinilai (wajahnya, Red) jelek. Aci jadi tahu gimana rasanya memiliki tompel. Tapi juga dapat belajar dari situ. Di kehidupan nyata Aci kan juga sering insecure,” ucap Aci.

Ernest sendiri sempat membuat jawaban-jawaban memancing saat disinggung tentang trailer film tersebut. Karena di akhir trailer, justru ditunjukkan Rara yang berubah menjadi langsing dan cantik.

Ya, gara-gara potongan terakhir trailer itu, membuat banyak orang yang sempat salah sangka jika toh akhirnya Rara “menyerah” dan mengubah diri seperti stigma cewek ideal yang diyakini masyarakat.

”Aku enggak bisa menyanggah dan membantah asumsi-asumsi itu, Karena kalau aku ceritain, malah jadi spoiler. Ya walaupun trailer-nya memang ke arah sana. Makanya nontong langsung,” tutur Ernest.

Yang jelas, sambung Meira, meski isu body shaming sudah sering diangkat dalam sebuah karya, baik itu bacaan atau tontonan, namun Imperfect ini berbeda. Tak hanya soal cerita yang beda, tapi dari film ini diharapkan muncul sebuah kesadaran.

”Sebelumnya, saat masa-masa editing, kita lakukan screening tertutup, ada beberapa penonton cowok dan cewek. Ternyata ada beberapa cowok yang baru tahu kalau cewek pemikirannya tentang fisik segitunya. Kadang cowok enggak ngeh dengan apa yang cewek rasakan. Semoga dengan film ini, para cowok menjadi lebih sadar lagi dan berempati lagi, bagaimana kalau cewek kita insecure,” pungkas Meira. (ria) Editor : Perdana Bayu Saputra
#body shaming #insecure #film #insecurity #ernest prakasa #imperfect #media visit #reza rahadian