Kepala Dinas ESDM Jawa Tengah Sujarwanto Dwiatmoko mengatakan, pihaknya telah menggelar rapat koordinasi dengan Pertamina MOR IV terkait cadangan stok BBM dan LPG menjelang Nataru. Koordinasi itu tidak hanya untuk memastikan ketersediaan stok, namun juga memastikan kemudahan masyarakat dalam mengakses dua kebutuhan itu.
“Untuk stok BBM selama Nataru di Jawa Tengah dalam kondisi sangat aman. Artinya, stok bisa mencukupi dengan rata-rata lebih dari tiga hari. Sementara untuk stok LPG memang ada keterbatasan, namun masih aman dengan rata-rata mencukupi pasokan dua hari,” kata Sujarwanto di kantor gubernur, Rabu (17/12).
Sujarwanto menerangkan, rata-rata stok premium di Jawa Tengah saat ini mencapai 89.384 kiloliter (KL), pertamax 69.058 KL, turbo 92 KL, solar/bio solar 66.826 KL, dexlite 3.555 KL dan dex 831 KL.
“Sementara untuk stok gas LPG, rata-rata stok saat Nataru sebesar 8.292 metrik ton (MT) dan dalam kondisi aman,” terangnya.
Pada puncak Nataru, yakni 25 Desember 2019 dan 1 Januari 2020, stok yang tersedia di Jawa Tengah semakin banyak. Untuk stok pada 25 Desember ini misalnya, premium mencapai 84.456 KL, pertamax 64.051 KL, solar 67.789 KL.
“Sementara pada 1 Januari 2020, stok premium mencapai 111.622 KL, pertamax 75.103 KL dan solar 73.173 KL," tambahnya.
Terkait kesiapan pelayanan, pihaknya bersama pertamina telah menyiapkan tempat-tempat pengisian bahan bakar. Selain mengoptimalkan yang sudah ada, tempat pengisian BBM cadangan juga disiapkan.
Selama Nataru nanti, pihaknya akan mengoperasikan tujuh depot dan 868 SPBU yang beroperasi selama 24 jam. Selain itu, SPBU kantong juga disiapkan selain membuat crisis center berupa posko satgas yang siap melayani masyarakat.
“Kami juga akan membuka 11 kios siaga di jalan tol untuk mengantisipasi adanya pengendara yang kehabisan BBM di tengah jalan,” tegasnya.
Untuk memastikan pasokan gas LPG di Jawa Tengah, juga disiagakan 364 agen LPG PSO, 90 agen LPG NPSO, 4.755 pangkalan PSO dan 490 outlet NPSO.
Selain memastikan stok BBM dan LPG aman, Dinas ESDM Jateng juga memastikan tidak akan terjadi pemadaman listrik selama Nataru. Pihaknya telah berkoordinasi dengan PLN terkait kepastian energi listrik tersebut.
“Listrik kami pastikan tidak akan terjadi pemadaman selama Nataru. Kami sudah berkoordinasi dengan PLN dan menyiapkan strategi mengantisipasi itu, seperti penyiapan genset, trafo mobile dan lainnya,” ujarnya.
Di sisi lain, PT Pertamina Marketing Operation Region (MOR) IV Jateng dan Jogjakarta akan menambah stok hingga 15 persen dari rata-rata harian normal sebesar 2.495 kiloliter menjadi 2.868 kiloliter. Penambahan dilakukan di wilayah Solo dan sekitarnya, yakni Klaten, Boyolali, Wonogiri, Sukoharjo, dan Sragen.
“Kami membentuk satuan tugas (satgas) yang akan dimulai pada 18 Desember 2019 sampai 6 Januari 2020. Tujuannya, mengoptimalkan penyaluran BBM di Jawa Tengah khususnya di wilayah Solo dan sekitarnya,” beber Sales Area Manager Surakarta dan Jogjakarta Pande Made Adi Suryawan, kemarin.
Dia memprediksi kenaikan konsumsi tertinggi produk BBM jenis gasoline akan terjadi pada produk pertamax dan pertamax turbo. Masing-masing persentase peningkatan sebesar 18 persen dan 20 persen. Pertamax diprediksi akan naik dari rata-rata normal sebesar 399 kiloliter menjadi 471 kiloliter. Dan pertamax turbo dari 9,39 kiloliter menjadi 11,27 kiloliter.
“Sedangkan untuk produk BBM jenis gasoil diperkirakan turun -10 persen. Karena banyak industri libur di akhir tahun,” sambungnya.
Kesiapan satgas Pertamina MOR IV tahun ini diklaim mendapat tantangan baru. Sebab, arus wisatawan yang akan datang ke wilayah Jawa Tengah yang menggunakan jalur darat diprediksi lebih banyak dibanding tahun sebelumnya. Ini dikarenakan sejak dibukanya tol Trans Jawa, wilayah kerja Pertamina MOR IV di Jawa Tengah menjadi salah satu destinasi favorit bagi masyarakat.
“Banyak masyarakat yang ingin berlibur akhir tahun di Jawa Tengah karena dapat dijangkau dengan mobil pribadi secara cepat,” ungkapnya.
Kebutuhan BBM di jalan tol otomatis lebih tinggi. Kenaikan sekitar 200-300 persen. Berkaca pada saat libur Lebaran, di KM 519 kenaikan mencapai 600 persen. “Berbagai strategi dilakukan untuk memperkuat ketahanan distribusi. Salah satunya dengan menyiagakan selama 24 jam suplai point BBM, yaitu tujuh terminal BBM dengan didukung 458 armada mobil tangki,” jelasnya.
Pande memastikan layanan penyaluran BBM tetap kuat di masa libur akhir tahun ini. Pihaknya telah mengondisikan lembaga penyalur SPBU yang telah dikoordinasikan untuk beroperasi selama 24 jam. Wilayah Solo dan sekitarnya terdapat 8.627 pangkalan reguler dan 890 pangkalan satgas. “Secara keseluruhan kami telah siap untuk melayani konsumen selama Nataru,” tandasnya. (lhr/aya/bun) Editor : Perdana Bayu Saputra