Ketua KPU Surakarta Nurul Sutarti menjelaskan, pilwalkot adalah ajang pesta demokrasi bagi peserta dan pemilih. Sebagai lembaga penyelenggara pemilu, KPU akan bersikap netral dan tidak memihak kepada siapapun. KPU juga akan melaksanakan seluruh tahapan pilwalkot sesuai dengan yang tertuang di undang-undang pemilu.
“Kita ingin berjalan sesuai dengan relnya. Tidak berada di pihak A maupun pihak B. Semuanya dilayani sesuai porsinya,” katanya, Senin (23/12).
KPU, lanjut Nurul, ingin mengulangi kesuksesan penyelenggaraan Pilwalkot 2015 maupun pemilu legislatif tahun ini, baik dari sisi penyelenggaraan maupun partisipasi pemilih. “KPU ingin angka partisipasi dapat terus meningkat. Itu menunjukkan kesadaran masyarakat untuk menentukan pemimpin kotanya sudah tinggi,” paparnya.
Acara launching pilwalkot diawali dengan pemberangkatan jajaran forkompimda dari Stasiun Purwosari ke rumah dinas wali kota Loji Gandrung menggunakan Sepur Kluthuk Jaladara. Penggunaan transportasi Jaladara ini memang beda dari sebelum-sebelumnya. Sebab, KPU memang memilih sepur uap kuno itu sebagai ikon Pilwalkot 2020.
Dalam acara launching tersebut, juga dihadirkan boneka ikon berbentuk lokomotif Sepur Kluthuk Jaladara yang membawa paku untuk mencoblos kertas suara pemilu. “Kami mengambil tema Pilwalkot 2020 Bungah lan Mukti,” kata Nurul.
Sementara itu, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) melantik 15 anggota panitia pengawas pemilu kecamatan (panwascam) di Kusuma Sahid Princes Hotel, kemarin. Anggota panwascam terpilih adalah hasil seleksi dari lima kecamatan di Kota Surakarta. Mereka mengikuti beberapa tahap seleksi hingga akhirnya diperoleh tiga pengawas di setiap kecamatan.
“Diharapkan panwascam dapat membantu Bawaslu Kota Surakarta dalam mengawasi pilwalkot di masing-masing wilayah,” terang Ketua Bawaslu Surakarta Budi Wahyono. (irw/bun/ria) Editor : Perdana Bayu Saputra