Apalagi, pada Jumat (20/12) silam, Mbah Prapto masih menari di Taman Budaya Jawa Tengah (TBJT) Jebres, Solo. Hal itu diungkapkan putri sulung Mbah Prapto, Melati Suryodarmo.
Melati mengatakan, dia selalu percaya jika semangat hidup sang ayah masih tinggi. Di usianya yang menginjak 74 tahun, seniman pendiri Padepokan Lemah Putih itu masih aktif mengajar tari, namun lewat media Skype.
"Itulah Bapak. Mungkin karena semangat, jadi tidak pernah terlihat sakit,” tutur Melati saat dijumpai di rumah duka Thiong Ting, Minggu (29/12).
Mbah Prapto, maestro tari asal Solo mengembuskan nafas terakhir di RS Dr Oen Kandangsapi, Minggu pagi. Sebelum meninggal, Mbah Prapto merasakan sesak nafas karena sakit jantung yang dideritanya sejak beberapa bulan lalu.
Diungkapkan Melati, sebelum dikremasi, rencananya akan ada upacara pemakaman agama Budha sesuai kepercayaan almarhum. “Untuk selanjutnya setelah dikremasi bagaimana, masih akan dibahas di internal keluarga,” pungkas Melati. (atn/ria) Editor : Perdana Bayu Saputra