Direktur Utama PT KAI (Persero) Edi Sukmoro mengatakan, soal tarif yang akan dikenakan pada penumpang, pihaknya belum bisa memberi kepastian. Kendati demikian, dia menjanjikan akan mematok tarif yang terjangkau bagi masyarakat.
“Selama dua bulan ini kami akan membahas untuk menentukan tarifnya. Kami tidak bisa memperkirakan secara asal karena harus ada proses hitung, mengingat ini gabungan antara AP (Angkasa Pura) I dengan KAI. Yang pasti tarifnya akan disesuaikan dengan kemampuan masyarakat. Pasti terjangkau,” kata Edi Sukmoro.
Di sisi lain, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi optimistis masyarakat akan antusias dengan kereta bandara ini. Dia sudah merasakan langsung bagaimana efektifnya menempuh perjalanan dari Stasiun Solo Balapan ke Bandara Adi Soemarmo dalam waktu 19 menit perjalanan.
“Ini inisiatif untuk mempermudah penumpang bandara yang sudah kami lakukan di Medan, Palembang, Padang, dan Jakarta. Solo ini kelima, namun yang istimewa di Solo ini langsung masuk bandara,” terang dia.
Dia berharap fasilitas tersebut juga akan mendorong sektor pariwisata, khususnya destinasi ke Candi Borobudur yang digadang-gadang bisa menyamai potensi Pulau Bali untuk kepariwisataan di Jawa Tengah. “Jawa Tengah punya Borobudur, ketika ada alat transportasi yang terhubung antara Solo, Semarang, Jogja, bahkan hingga Cirebon, maka orang gampang kalau mau ke Borobudur,” kata Menhub.
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang kala itu juga mendampingi rombongan berharap waktu tempuh perjalanan penumpang bisa lebih efektif dengan adanya kereta bandara tersebut. “Insya Allah tahun depan (2020) Pak Menhub bantu kami mempercepat pembangunan bandara di Purbalingga. Begitu itu on, KA on, maka terintegrasi pariwisata yang cukup bagus di Jawa Tengah,” imbuh dia.
Minggu kemarin (29/12), rombongan Kementerian Perhubungan kembali menjajal operasional kereta bandara, setelah Sabtu lalu (28/12) juga uji coba dengan rute sama. Kereta berangkat dari Stasiun Solo Balapan pukul 13.30. Penumpang sangat dimanjakan dengan fasilitas kereta. Kursi berukuran cukup lebar dengan bantalan empuk.
“Di tiap gerbong dilengkapi toilet ramah, pendingin ruangan, dan TV LED untuk hiburan. Nah, di sela tempat duduknya juga diberi colokan pengisi daya baterai, bagasi, serta fasilitas penunjang lainnya untuk menambah kenyamanan penumpang,” ujar Dirut PT KAI Edi Sukmoro di sela soft launching, Minggu (29/12).
Kereta yang memiliki empat gerbong ini berkapasitas 206 kursi. Meski demikian, pemerintah menerapkan aturan boleh lebih banyak memasukkan penumpang dengan hitungan 150 persen. Artinya, kereta itu masih cukup nyaman diisi 300 penumpang. Oleh sebab itu di tiap gerbongnya tersedia handle grip agar penumpang yang berdiri tetap merasa nyaman.
“Bagi penyandang disabilitas juga disediakan kursi khusus, lengkap dengan pengikat untuk pengguna kursi roda. Kapasitas maksimal 150 persen, misalnya kapasitas 200 penumpang maka maksimal bisa membawa 300 penumpang. Ini semuanya harus mengantongi tiket, kalau permintaan lebih dari itu sudah berhenti tiketnya,” kata dia.
Kereta yang mampu menempuh kecepatan 100 kilometer per jam ini akhirnya mampu tiba di Bandara Adi Soemarmo dalam waktu kurang dari 20 menit setelah menempuh perjalanan dengan panjang lintasan mencapai 12,97 kilometer.
Nantinya, dua kereta akan terus dioperasikan tiap harinya dengan jumlah perjalanan mencapai 60 kali angkatan bolak-balik dari Stasiun Solo Balapan ke Bandara Adi Soemarmo. “Saat ini pengoperasian kereta bandara ini masih menggunakan dua kereta api. Tidak menutup kemungkinan akan ada tambahan jumlah kereta. Saat ini 60 kali perjalanan, 30 kali menuju bandara dan 30 kali sebaliknya,” terang Edi Sukmoro. (ves/bun) Editor : Perdana Bayu Saputra