"Kami memang menggarap pasar milenial yang serius dengan kearifan lokal. Belum lama ini kami menghelat konser Didi Kempot, kemudian juga pernah menghadirkan band Fourtwnty. Sebagai penutup, kami hadirkan Efek Rumah Kaca. Ini membuktikan bahwa The Sunan Hotel Solo selalu menyuguhkan hiburan yang diinginkan berbagai kalangan," beber General Manager (GM) The Sunan Hotel Solo, Retno Wulandari.
Retno sengaja membuat konser di Grand Ballroom hotel setempat menjadi eksklusif. Hanya 600-800 penonton. Manajemen The Sunan Hotel Solo mengklaim akan terus menggarap konser-konser yang memuaskan animo penonton milenial.
"Ini sekaligus menjadi batu loncatan kami untuk membuat konser-konser lainnya yang juga eksklusif. Tentunya juga sesuai keinginan penikmat musik, khususnya generasi milenial," imbuhnya.
Kali pertama perform di gelaran perayaan Tahun Baru, Efek Rumah Kaca membawakan sesuatu yang berbeda. Tidak ketinggalan single andalan, Desember dan Sebelah Mata. "Kami tampil sekitar 1,5 jam. Semoga bisa menghibur penonton dan memberikan pengalaman berbeda," jelas salah seorang member Efek Rumah Kaca Cholil Mahmud. (aya/wa) Editor : Perdana Bayu Saputra