Kasatlantas Polresta Surakarta Kompol Busroni menuturkan, saat ini ada empat personel satlantas berjaga di pos. “Akan kita tambah dua kali lipat agar cepat dalam mengatur arus lalu lintas,” ucapnya.
Kemudian pengawasan di palang Joglo juga diintensifkan dari Traffic Management Centre (TMC) Satlantas Polresta Surakarta, Ketika sewaktu-waktu terjadi macet, personel tim urai langsung diterjunkan ke lokasi untuk membantu personel di lapangan. “Kami juga akan berkoordinasi dengan Polsek Banjarsari, agar anggota di pos Pasar Nusukam ikut terjun ketika terjadi macet,” katanya
Selain itu, satlantas juga menyiapkan pengalihan arus lalu lintas ketika terjadi macet. Kendaraan pribadi dari arah Gemolong akan diarahkan belok kiri di simpang Sekip, ke TPU Bonoloyo tembus Jalan Sumpah Pemuda.
Sedangkan kendaraan melintas di Jalan Kapten Piere Tendean dari arah selatan akan dibelokkan ke kiri menuju Jalan Adi Soemarmo, dari depan Pasar Nusukan. Sampai di simpang empat Jalan Singosari, dibelokkan ke kanan hingga tembus Jalan Ki Mangun Sarkoro.
“Kemudian bagi kendaraan yang sudah telanjur sampai depan palang, ketika padat akan diarahkan masuk ke Jalan Kolonel Sugiyono, lurus sampai Ngemplak,” imbuh Busroni.
Rencana jangka panjang, lanjut Busroni, pihaknya akan mengajukan kepada pemerintah pusat agar di lokasi tersebut juga dibangun overpass. “Karena kita menimbang jarak antara Stasiun Kadipiro sampai palang Joglo sangat pendek, kemudian jarak pintu palang yang cepat menutup,” ujarnya.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Surakarta Hari Prihatno berpendapat, pembuatan overpass bukan solusi terbaik. Sebab, hanya bisa dilewati kendaraan kecil. “Jalur angkutan barang lewat situ. Kendaraan bertonase tinggi akan sulit untuk melintas,” ucapnya.
Hari menjelaskan, solusi yang bisa dilakukan adalah mengarahkan angkutan barang yang tidak melakukan bongkar muat di Kota Bengawan agar melintas melalui jalan tol. Apabila kawasan palang Joglo macet, sedangkan angkutan barang nekat melintas maka kemacetan bakal mengular.
“Pernah terjadi itu beberapa kali, macetnya bisa sampai Sumber, depan sate Mbok Galak. Apalagi di sana banyak titik crossing kendaraan dari arah Gemolong, Unisri, kemudian Pasar Nusukan dan Ngemplak. Muaranya ke sana,” imbuh Hari.
Guna mencegah kemacetan di lokasi tersebut, seluruh unsur sektoral dari tingkat kota hingga pusat harus duduk bersama. “Butuh waktu satu menit agar dua sampai tiga kendaraan baru bisa melewati rel. Itu belum kendaraan barang yang besar-besar. Padahal setiap pintu palang tertutup bisa berapa menit sendiri,” paparnya. (atn/bun) Editor : Perdana Bayu Saputra