Kejadian berawal saat wilayah Mojosongo diguyur hujan deras dua hari terakhir. Secara geografis, lokasi sekolah tidak berada di dataran rendah. Namun ada warga yang membangun talut di samping bangunan sekolah namun masih belum selesai.
“Karena hujan deras, talut yang dipasang diterjang air dan ambrol. Akhirnya air masuk ke sekolah,” terang Ketua Komisi IV DPRD Surakarta Putut Gunawan saat mengunjungi lokasi, Jumat (3/1).
Putut menambahkan, terjangan air tersebut membuat rusak laboratorium pembuatan pupuk kompos. Selain itu juga menerjang ruang kesenian yang berisi satu set gamelan. Termasuk satu ruang kelas sehingga dipenuhi lumpur.
“Gamelan yang hilang sampai sekarang (kemarin) masih didata. Kelas yang berlumpur sudah disterilkan,” imbuhnya.
Meski diterjang banjir, kegiatan belajar mengajar di SDN Sabranglor tetap berlangsung. Putut meminta pihak sekolah segera berkoordinasi dengan pemangku lingkungan atau langsung ke pemkot agar kerusakan segera diperbaiki. Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo sendiri telah mendapatkan laporan dari pihak sekolah. Orang nomor satu di pemerintahan itu juga telah meninjau langsung lokasi.
Kepala Dinas Pendidikan Surakarta Etty Retnowati mengatakan pemkot telah bertindak cepat atas kejadian tersebut. “Yang penting anak-anak tetap bisa KBM (kegiatan belajar mengajar) dulu. Nanti soal fisik maupun gamelan menyusul,” katanya. (irw/bun) Editor : Perdana Bayu Saputra