Di ruang nomor 10 gedung kebidanan Rumah Sakit (RS) Dr. Oen Solobaru, Mikhael David Muis terlihat nyaman digendongan Dewi Suryani, sang ibu. Bayi laki-laki tersebut lahir Sabtu dini hari (29/2).
Sesekali sang nenek ikut membantu menggendong Mikhael. Maklum Dewi baru selesai melahirkan anak keduanya hasil pernikahan dengan Adi Saputro.
“Ini kemauan anaknya sendiri, karena HPL (hari perkiraan lahir)-nya masih tanggal 5 Maret," jelas Dewi.
Ibu muda ini mulai konstraksi sejak Jumat pagi (28/2), kemudian sekitar pukul 11.00 dibawa ke RS Dr Oen Solobaru. Sampai rumah sakit, baru bukaan dua. Sekitar pukul 02.30, bukaan sudah sempurna dan persalinan dilakukan dengan bantuan dokter kandungan Bowolaksono.
Warga Jati Teken, RT 01 RW 05 Laban, Mojolaban, Sukoharjo ini awalnya tak menyadari anaknya lahir di tahun Kabisat. Dewi tetap bersyukur Mikhael lahir dengan normal dan sehat. Bobotnya 3,6 kilogram dan panjang 49 sentimeter.
"Harapan saya semoga anak saya ini bisa berbakti dengan orang tuanya, sehat terus, bisa menjadi kebanggan keluarga," ujarnya.
Kebahagiaan di tahun Kabisat juga dirasakan pasangan suami istri Yohanes Priyono dan Ambarwati. Kemarin, putra ketiganya yang diberi nama Fidelis Exel Pradipta Priyono Putra lahir di RS Dr Oen Kandang Sapi.
Sepekan sebelum lahir, Priyono dan Ambarwati sempat bercanda. Mereka berandai-andai kalau buah hatinya lahir di tahun Kabisat.
"Ya waktu itu ngobrol bercanda. Unik mungkin kalau anak saya lahir tanggal 29, kan empat tahun sekali itu. Eh ternyata malah Tuhan merestui. Anak saya lahir hari ini (kemarin)," terang Priyono.
Sesuai HPL, putra ketiganya lahir Selasa (10/3) atau dua pekan lagi. Namun, beberapa hari terakhir, sang istri kerap mengeluh mengalami konstraksi, dan perutnya terasa kencang. Akhirnya, Jumat malam (28/2) mereka kontrol ke dr. Supanji Raharja.
"Dari hasil USG, ternyata air ketubannya sudah hampir habis, mau tidak mau, harus segera caesar, kemudian sama dokter dijadwalkan hari ini," ucapnya.
Ditambahkan Priyono, keluarga sempat meminta dokter melakukan caesar hari ini dengan tujuan agar peringatan ulang tahun Fidelis tidak empat tahun sekali. “Dokternya bilang tidak apa-apa. Terus di catatan sipil juga diakui (tahun Kabisat), tidak akan repot pengurusan kependudukannya. Akhirnya saya ikut saja, yang penting anak saya lahir sehat," tutur dia.
Bayi Fidelis lahir sekitar pukul 15.00 dengan bobot 3,1 kilogram, panjang 40 sentimeter. Rencananyya, orang tua merayakan ulang tahun buah hatinya setiap 1 Maret.
"Orang dulu bilang, kalau belum tanggalnya lahiran dirayakan pamali, makanya saya pilih tanggal 1. Ya semoga anak saya ini menjadi anak yang sehat, berbakti dengan orang tua, dan membanggakan keluarga," harap Priyono. (atn/wa) Editor : Perdana Bayu Saputra