Sidak yang dipimpin Ketua Komisi IV Putut Gunawan sedianya akan meninjau kondisi depo yang dikabarkan terdapat kebocoran di beberapa titik bangunan. Kebocoran tersebut mengakibatkan beberapa arsip yang disimpan di dalamnya rusak dan sebagian lagi lembab. Legislator juga ingin mengetahui bagaimana manajemen kearsipan di Kota Bengawan.
“Kami ingin melihat seperti apa seluruh eskalasi kearsipan. Manajemen arsip dinamis dan juga permanen. Ternyata nggak ada penjaganya. Ini kami jadikan sebagai catatan,” tegas Putut.
Politikus PDIP ini menyebut kantor depo arsip pernah diberikan anggaran untuk renovasi pada 2018. Namun, masih ada laporan jika kondisi di dalam ada kebocoran. “Sekarang keadaannya bagaimana? Ya belum tahu, wong belum bisa masuk,” katanya.
Anggota Komisi IV Asih Sunjoto Putro menyayangkan tidak adanya petugas jaga di depo arsip Diarpusda. Menurutnya apa yang ada di dalam bangunan merupakan data penting dan memiliki banyak kepentingan. Hal itu dianggap sebagai kelalaian yang tidak bsa dibenarkan.
“Sekarang jam 10.00, berarti tutup sebelum jam kerja habis. Hari Jumat kan harusnya sampai jam 11. Ini jam 10.00 sudah tidak ada aktivitas,” tegasnya.
Terpisah, Kepala Diarpusda Sis Ismiyati mengaku ada petugas khusus yang menjaga depo arsip. Dia menduga saat disidak dewan, petugas sedang ada keperluan. “Mungkin ada keperluan sebentar, ngepasi saja bapak-bapak (anggota DPRD Surakarta) ketika berkunjung,” ungkap dia. (irw/wa/ria)
Editor : Perdana Bayu Saputra