Kepala Kantor Kemenag Surakarta Musta'in Ahmad menjelaskan, perkembangan virus korona (Covid-19) di Kota Bengawan masih terus dipantau. Pihaknya terus melakukan koordinasi dan komunikasi dengan tokoh agama, ketua MUI, dan ketua dewan masjid. Selain itu, kemenag juga berkomunikasi dengan Wakil Wali Kota Surakarta Achmad Purnomo dan Sekretaris Daerah (Sekda) Ahyani.
"Akhirnya kami menyerukan, mengimbau agar salat Jumat, kebaktian, misa untuk pekan ini dan pekan depan diganti dengan ibadah dari rumah. Kalau Jumatan ya diganti dengan salat Duhur," terang Musta’in, Jumat.
Pesan tersebut, kata Musta'in, sudah disampaikan ke seluruh pengurus masjid. Beberapa pengurus masjid menyambut baik imbauan itu. Namun, tak sedikit yang terkejut lantaran penyampaian informasi sangat mendadak.
"Karena memang kita mengikuti perkembangan dari waktu ke waktu. Ini bentuknya bukan larangan, jadi bentuknya adalah imbauan, anjuran," katanya.
Sementara itu, berdasarkan pantauan Jawa Pos Radar Solo, sebagian besar masjid besar di Solo tetap menggelar salat Jumat. Seperti di Masjid Agung Surakarta, Masjid Solihin Punggawan, Masjid Al-Wustho Mangkunegaran, Masjid Darussalam Jayengan, Masjid Kalitan, Masjid Tegalsari Laweyan serta Masjid Kotabarat.
Sedangkan masjid besar yang tak menggelar salat Jumat yakni Masjid Raya Fatimah Serengan dan Masjid Baitul Hikmah Balai Kota Surakarta. Di pintu masuk Masjid Fatimah terdapat tulisan terkait tidak diselenggarakannya salat Jumat. Hal ini membuat kecele sejumlah jamaah yang sudah datang ke masjid.
Ketua Takmir Masjid Agung Surakarta Muhtarom mengaku mengetahui imbauan dari kantor kemenag soal penyelenggaraan salat Jumat yang diganti dengan salat Duhur di rumah. Namun, Masjid Agung memiliki pertimbangan sendiri sehingga tetap menggelar salat Jumat.
"Kalau Masjid Agung berhubung jamaahnya dari berbagai wilayah yang sudah terkondisikan, kan tidak mungkin kita membatalkan begitu saja. Untuk saat ini kita tetap mengadakan salat Jumat, tapi usaha-usaha preventif sudah kita siapkan," terang Muhtarom.
Beberapa upaya yang dilakukan antara lain penyemprotan disinfektan di masjid, menyiapkan tempat cuci tangan, hand sanitizer, serta menempelkan sosialisasi terkait pelaksanaan salat Jumat selama kejadian luar biasa (KLB) Covid-19.
"Harapan kita, jamaah bisa terkondisikan. Kemudian setelah selesai salat Jumat kita sosialisasikan lagi untuk segera aktivitas ke komunitasnya masing-masing, sehingga tidak berkerumun di masjid," papar Muhtarom.
Sementara itu, pelaksanaan rangkaian salat Jumat di Masjid Kotabarat berlangsung singkat. Khotbah Jumat diawali pukul 11.55 hingga 12.09. Sebelum salat dimulai, imam sempat mengingatkan agar jarak antarjamaah dibuat minimal 1 meter, namun imbauan tersebut tidak direspons oleh jamaah. (irw/ria) Editor : Perdana Bayu Saputra