Kronologinya, pada hari itu sekitar pukul 13.00, Tugimin yang merasakan sakit meminta anaknya untuk mengantarkan periksa ke Puskesmas Piyungan. Pria berusia 60 tahun tersebut mempunyai riwayat penyakit asma.
Sewaktu perjalanan menuju puskesmas, Tugimin dan anaknya mengalami kecelakaan di pertigaan Piyungan. Kecelakaan terjadi saat keduanya hendak menyeberang. Pada saat itu motor yang dikendarai Tugimin dan anaknya berpapasan dengan mobil yang hendak masuk ke arah Desa Gedongan.
Tugimin sempat tidak sadarkan diri dan langsung dibawa ke RSUD Prambanan. “Kondisi terakhir yang kami peroleh dari pihak keluarga, beliau saat ini sedang koma di ruang ICU RS PKU Muhammadiah Jogjakarta,” terang Menteri Sosial DPP Pasoepati Fajar Mulya Pradipta.
Saat kejadian, ternyata Tugimin tengah mengenakan jersey Persis Solo. Dan lokasi dia tergeletak tepat di sebuah tembok yang bertuliskan coretan PSIM. Banyak kabar simpang siur setelah munculnya video Tugimin usai mengalami kecelakaan. Pihak Pasoepati akhirnya mulai mencari informasi yang valid, hingga akhirnya bisa mendapatkan titik terangnya.
”Beliau murni kecelakaan, bukan karena hal-hal lain. Dia juga aslinya bukan suporter Persis, melainkan orang yang suka sepak bola Liga Indonesia yang kebetulan tengah menggunakan jersey Persis. Donasi ini kami buka murni untuk membantu meringankan beban beliau,” ujar Fajar.
DPP sendiri membuka donasi dalam dua pintu. Bisa lewat online dan juga offline. ”Untuk yang offline bisa menghubungi nomor yang tertera di akun resmi DPP Pasoepati, atau bisa titipkan ke perwakilan korwil Pasoepati,” ujarnya. (nik/ria)
Editor : Perdana Bayu Saputra