Kabar Solo bebas korona ditafsir secara liar oleh masyarakat. Rudy menyebut Solo tidak bebas korona, melainkan pasien positif korona yang berasal dari Solo sudah sembuh.
”Namun, jumlah PDP-nya (pasien dalam pengawasan) dari hari ke hari bertambah. Hari ini ada tambahan PDP maupun ODP (orang dalam pemantauan). Kalau bebas korona, ngapain saya menyiapkan tempat karantina? Kami sangat berharap masyarakat tetap waspada,” ujar Rudy di kompleks balai kota, kemarin (2/4).
Wali kota berpesan kepada masyarakat agar harus semakin lebih waspada. Tetap di rumah, jaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun. Dia berharap tidak ada lagi penambahan yang terkonfirmasi positif korona.
”Harapannya yang positif korona berhenti. Namun yang PDP dan ODP masih kita lakukan pendataan. Mudah-mudahan tidak meningkat,” ujar dia.
Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Kota Surakarta Ahyani menjelaskan, jumlah pasien positif korona dari Solo nol. Jumlah PDP 34 orang atau bertambah 2 orang. Dari jumlah PDP itu, 15 orang di antaranya dirawat, 24 orang sembuh dan lima orang meninggal.
Terdapat 235 ODP atau bertambah tiga orang dari hari sebelumnya. ”Dari jumlah itu, 140 orang di antaranya dirawat, rawat inap dua orang, rawat jalan 138 orang serta dari puskesmas terdapat 95 orang rawat jalan,” tutur Ahyani. (irw/ria) Editor : Perdana Bayu Saputra