Empat pemudik dari Jawa Barat tiba melalui Stasiun Purwosari pada pagi hari. Sesuai prosedur, mereka diarahkan naik armada khusus Batik Solo Trans yang telah disediakan untuk diantar ke Posko Covid-19 di depan Grha Wisata Niaga, Sriwedari.
"Keempat orang pemudik ini satu rombongan dari Bandung menuju Solo dengan menumpang KA Kahuripan. Mereka kami data, kemudian diantar ke Posko Covid-19," kata Sutrisno Herlambang, koordinator pengawasan pemudik di Stasiun Purwosari.
Setibanya di Posko Covid-19, petugas langsung mencatat kembali data diri pemudik yang semuanya merupakan warga ber-KTP Solo. Setelah itu, screening dilakukan.
"Kita lakukan berbagai pengecekan standar untuk Covid-19. Semuanya tanpa gejala. Tadi juga ada tambahan tiga pemudik, tiba dari bandara. Setelah kami cek juga tidak ada gejala. Lalu diarahkan untuk karantina mandiri," terang petugas medis di Posko Covid-19 Zainal Arifin di Posko Covid-19 Kota Surakarta.
Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo mengatakan, para pemudik yang melakukan screening ini tidak memiliki gejala. Hanya, memang benar mereka datang dari zona merah. Oleh karena itu, mereka ditawarkan untuk menjalani karantina mandiri atau tinggal di rumah karantina di Grha Wisata Niaga.
"Kalau karantina di sini, semuanya akan dicukupi pemerintah, termasuk olahraga dan kebutuhan harianya. Kebetulan dari tujuh pemudik tadi menyatakan siap untuk karantina mandiri," jelas Rudy.
Kesanggupan ini ditegaskan dengan pernyataan tertulis bermaterai. Maka jika sewaktu-waktu mereka tidak patuh untuk karantina mandiri, akan langsung dijemput untuk karantina di rumah karantina.
"Pengawasan dibantu masyarakat sekitar. Nanti kalau ada laporan dan melanggar karantina, akan langsung dilaporkan dan langsung dilakukan penjemputan. Yang paling utama, untuk memotong mata rantai penyebaran korona," tutup Rudy. (ves/ria) Editor : Perdana Bayu Saputra