Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Pelaku Penipu Ojol yang Viral Kini Jadi ODP, Ditolak Warga saat Pulang

Perdana Bayu Saputra • Kamis, 9 April 2020 | 21:02 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi
SOLO – Polisi akhirnya berhasil mengamankan SK, pelaku penipuan ojek online (ojol). Namun, penyidikan terhadap warga Banyuanyar, Kecamatan Banjarsari ini terpaksa ditunda. Sebab, selama menjalani pemeriksaan, dia terus mengalami batuk dan panas menyerupai gejala virus korona (Covid-19).

Akhirnya pelaku dibawa ke RSUD Dr Moewardi Surakarta untuk dicek kondisi kesehatannya. Saat ini, pria tersebut berstatus orang dalam pemantauan (ODP). Kapolresta Surakarta Kombes Pol Andy Rifai membenarkan hal tersebut.

Pelaku berjenis kelamin laki-laki ini baru pulang mudik dari Jakarta. Namun, ketika sampai di rumah ditolak oleh warga karena mengalami batuk parah dan panas.

Andy menjelaskan, kasus kriminal yang dilakukan SK adalah dia menipu driver ojol, Mulyono, 59, warga Kalibagor, Srowot, Banyumas, Sabtu  lalu (4/4). “Dari Jakarta, dia turun di Terminal Purwokerto. Kemudian naik ojol ke Solo,” ujar Andy.

Di lokasi inilah, SK bertemu dengan Mulyono. Singkat cerita  Mulyono diminta untuk mengantar pelaku pulang ke Solo. Upah yang dijanjikan mengantarkan dari Purwokerto-Solo Rp 700 ribu.  “Setelah sepakat, keduanya langsung menempuh perjalanan ke Solo,” kata kapolresta.

Ternyata upah tersebut hanya angan-angan belaka. Nasib malang dialami Mulyono. SK kabur usai pura-pura salat di masjid wilayah Kelurahan Banyuanyar, Kecamatan Banjarsari.

“Kejadian ini sempat viral di media sosial. Makanya kami langsung menindaklanjuti hal itu,” tutur Andy

Setelah ditolak keluarga, pelaku memeriksakan diri ke Puskesmas Banyuanyar, dan minta sendiri agar dikarantina di rumah karantina Grha Wisata Niaga yang disediakan Pemkot Surakarta. Di lokasi inilah,  pelaku ditangkap polisi Selasa (7/4) sore dan dibawa ke Mapolresta Surakarta.

Namun, saat hendak diperiksa penyidik satreskrim, pukul 20.00, SK mengeluhkan sakit batuk hingga akhirnya dijemput mobil ambulans RSUD Ngipang dengan petugas lengkap memakai alat pelindung diri (APD). Selanjutnya dibawa ke RSUD Dr Moewardi.

“Kalau statusnya (ODP atau PDP), kita tidak tahu ya. Itu nanti yang menentukan dari pihak rumah sakit. Yang jelas saat diperiksa yang bersangkutan batuk-batuk, kemudian dilarikan ke rumah sakit,” ungkapnya.

Kepala Bagian Humas dan Hukum RSUD Dr Moewardi Eko Haryati belum mengetahui soal pelaku penipuan yang dibawa ke RSUD Dr Moewardi Surakarta karena ada gejala virus korona. “Saya belum dapat info ya, nanti kalau ada info saya kabari,” kata Eko. (atn/bun/ria) Editor : Perdana Bayu Saputra
#pelaku penipuan #viral #rsud dr moewardi #orang dalam pemantauan #polresta surakarta #ditangkap #demam #batuk #puwokerto #ojek online