Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Gelar Donasi, Komunitas Zetizen Solo Berbagi di Tengah Pandemi Covid

Perdana Bayu Saputra • Sabtu, 11 April 2020 | 22:04 WIB
Member Zetizen Solo membagikan nasi kotak kepada tukang becak di Solo.
Member Zetizen Solo membagikan nasi kotak kepada tukang becak di Solo.
SOLO - Komunitas Zetizen Solo di bawah naungan Jawa Pos Radar Solo membuktikan generasi Z tak selalu identik dengan antisosial. Di tengah wabah Covid-19 di Tanah Air, termasuk di Kota Bengawan, mereka peduli dan mau bergerak membantu sesama yang membutuhkan di masa sulit ini.

Sebanyak 100 nasi kotak, masker, dan empon-empon dibagikan ke pekerja harian, kemarin. Sebut saja, tukang becak, supeltas, driver ojek online, dan lain sebagainya. Mereka adalah pekerja yang terpaksa tetap berada di jalanan demi dapur tetap mengebul. Itu meski imbauan pemerintah untuk stay at home terus digalakkan.

Pembagian nasi kotak, masker, dan empon-empon dibagi menjadi dua rute. Rute pertama, di wilayah Kota Barat sampai sepanjang Jalan Slamet Riyadi. Rute kedua, di wilayah Pasar Kembang sampai sepanjang jalan menuju Baron.

"Alhamdulillah, terima kasih banyak. Sudah dikasih makan, masker, sama empon-empon. Seharian belum narik. Sekarang sepi pelanggan. Karena banyak yang libur," kata salah seorang tukang becak Sukirno, 65.

Selain bagi-bagi nasi kotak, masker, dan empon-empon, member Zetizen Solo juga menyerahkan dua paket sembako, masing-masing berisi beras 25 kilogram (kg), 2 liter minyak goreng, lima kg telur ayam, dan satu dus mi instan. Ditambah 10 buah masker dan beberapa pakaian pantas pakai. Dua paket sembako itu diserahkan ke Sekolah Luar Biasa (SLB) Anugerah, Colomadu dan Panti Asuhan Ihsan Sakeena, Jajar.

"Alhamdulillah. Terimakasih sekali bantuannya. Di kondisi yang sulit ini, kami merasa masih punya saudara. Lewat tangan-tangan adik-adik Zetizen Solo. Sangat bermanfaat bagi kami adik-adik difabel di sini agar mereka tidak kelaparan," ungkap pengasuh SLB Anugerah Eko Setyoasih.

Saat ini, SLB Anugerah mengasuh 30 anak difabel. Seluruh kegiatan pengasuhan dilakukan Eko dibantu anak kandungnya. Semua kebutuhan anak-anak dipenuhi dan dicukupi oleh Eko sendiri.

Sementara itu, di Panti Asuhan Ihsan Sakeena mengasuh 20 anak. Dibimbing oleh dua pengasuh yang memenuhi kebutuhan sehari-hari. "Terima kasih banyak bantuannya. Sangat bermanfaat bagi anak-anak di sini. Sekarang sedang sepi donatur yang datang ke sini. Mungkin karena situasinya sedang tidak kondusif," ucap salah seorang pengasuh Abdullah.

Seluruh bantuan yang diserahkan, mulai dari nasi kotak, masker, empon-empon, sampai paket sembako adalah hasil penggalangan dana yang dilakukan para member Zetizen Solo. Penggalangan dana dibuka sejak 6-10 April lalu. Terkumpul donasi sebanyak Rp 2.450.000. Donasi berasal dari anak-anak muda di Kota Bengawan yang ingin ikut andil meringankan beban sesama.

"Semoga apa yang telah kami salurkan ini dapat membantu mereka yang membutuhkan. Meskipun sedikit, tapi bisa membuat mereka merasa tidak sendirian di dunia ini. Masih ada orang-orang baik yang mau membantu," pungkas salah seorang member Zetizen Solo Arofa. (aya/ria) Editor : Perdana Bayu Saputra
#komunitas #berbagi #gelar donasi #pandemi covid-19 #generasi Z #zetizen solo