Kapolresta Surakarta Kombes Pol Andy Rifai mengatakan, pihaknya telah menempatkan sejumlah personel di tiga lokasi karantina. Mereka siap berjaga selama 24 jam. “Sudah ada jadwalnya, kita bagi menjadi tiga sif,” ujar Andy kemarin (12/4).
Penjagaan tidak dipusatkan di satu titik. Namun kini disebar di sekeliling rumah karantina. Di setiap titik ada anggota yang mengawasi. Mereka akan patroli setiap sejam sekali. Jadi tidak ada celah untuk kabur.
Apabila ada ODP yang kembali mencoba kabur, setelah dilakukan kesepakatan dengan semua pihak, maka yang bersangkutan akan dikembalikan ke daerah mereka datang. Hal yang sama akan dilakukan bagi pemudik yang menolak untuk dikarantina.
“Untuk memastikan, nanti ketika diantar ke terminal dan stasiun akan diawasi ketat oleh anggota Polri dan TNI sampai yang bersangkutan benar-benar naik kendaraan umum untuk kembali ke daerah awal,” ujar Andy
Lalu bagaimana dengan ODP yang karantina mandiri, namun tetap ke luar rumah? Andy menjelaskan, sudah ada komitmen dengan Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo apabila ada ODP yang tidak patuh, akan dijemput dan ditempatkan di rumah karantina.
Seperti diketahui, Jumat malam (10/4) ada ODP yang kabur dari rumah karantina Grha Wisata Niaga. ODP yang diketahui warga Puscangsawit, Jebres ini kabur naik ojek online setelah memanfaatkan kondisi saat petugas memeriksa pemudik yang baru tiba di lokasi karantina Grha Wisata Niaga. Hingga akhirnya ODP tersebut berhasil ditangkap di kawasan Matahari Singosaren saat sedang perjalanan. (atn/bun/ria) Editor : Perdana Bayu Saputra