Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Warga Kejang & Meninggal di Tepi Jalan, Dievakuasi Petugas Ber-APD

Perdana Bayu Saputra • Selasa, 14 April 2020 | 00:28 WIB
Evakuasi jenazah yang meninggal di tepi Jalan AR. Hakim dilakukan petuas dengan APD lengkap.v (ANTONIUS CHRISTIAN/RADAR SOLO)
Evakuasi jenazah yang meninggal di tepi Jalan AR. Hakim dilakukan petuas dengan APD lengkap.v (ANTONIUS CHRISTIAN/RADAR SOLO)
SOLO – Arus Lalu lintas di ruas Jalan AR. Hakim, Kelurahan Tegalharjo, Kecamatan Jebres sempat dihentikan selama beberapa menit, Senin (13/4) pagi. Sebab, petugas medis menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap tengah mengevakuasi jenazah laki-laki yang tergeletak di tepi jalan tersebut.

Kapolsek Jebres Kompol Juliana terlihat berada di lokasi kejadian. Anggota kepolisian juga ikut mengamankan area dari kerumunan massa yang sempat berkumpul mengelilingi jenazah korban. Setelah evakuasi selesai, ruas jalan kembali dibuka.

Kapolsek mengatakan, jenazah korban atas nama Suparjo, 51, warga Demangan Baru RT 04 RW 14, Tegalgede, Karanganyar. Juliana mengatakan, pihaknya mendapat laporan ada korban yang meninggal di pinggir jalan, tepatnya di sisi barat kantor Kelurahan Tegalharjo.

“Setelah kita datang, benar saja, ada korban laki-laki yang tergeletak di jalan. Dari situ, kita langsung memanggil tim medis untuk membantu melakukan evakuasi,” papar Juliana.

Dari hasil keterangan saksi di lapangan, awalnya korban terlihat mengendarai sepeda motor Honda Fit dengan nopol AD 6879 TF, yang membawa setumpuk kerupuk di jok belakang. Setiba di lokasi, korban terlihat menghentikan sepeda motor dan turun dari kendaraan.

“Saksi yang berada di lokasi melihat tiba-tiba pria tersebut ambruk ke tanah. Kemudian kejang di tanah. Warga sekitar mencoba melaporkan ke linmas kelurahan. Namun, baik linmas maupun warga tidak berani mendekat. Kemudian dilaporkan ke kita,” jelas kapolsek.

Mengingat saat ini semua tengah mewaspadai wabah Covid-19, maka proses evakuasi korban menerapkan standar operasional prosedur (SOP). Di mana petugas harus menggunakan APD lengkap.

“Meski begitu, belum bisa dipastikan kalau korban meninggal karena korona. Ini sekadar mengikuti SOP serta melakukan antisipasi,” papar Juliana.

Jenazah selanjutya dikirim ke RSUD Dr Moewardi untuk dilakukan otopsi guna mengetahui penyebab pasti kematian. ”Kita duga karena serangan jantung, ya,” pungkas Juliana. (atn/ria) Editor : Perdana Bayu Saputra
#apd lengkap #kejang #evakuasi #jalan ar hakim #petugas medis #meninggal #jebres