Kapolresta Surakarta Kombes Pol Andy Rifai menjelaskan, dari sisi indeks kejahatan, kasus kriminal mengalami penurunan selama Kota Solo ditetapkan berstatus kejadian luar biasa (KLB) korona.
“Warga diimbau tetap waspada walaupun situasi tenang. Selalu menjaga rumah hingga barang pribadi,” katanya, kemarin (16/4).
Menurut Andy, kondisi perekonomian yang kurang stabil akibat korona berpotensi mempengaruhi seseorang melalukan tindak kriminal. Berkaca dari kondisi tersebut, kepolisian hingga tingkat polsek terus membagikan sembako kepada warga terdampak.
Polresta juga mengusulkan kepada pemkot untuk memberikan bantuan kepada narapidana yang mendapat asimilasi rumah. Mengingat mereka belum bisa bekerja, sehingga bantuan sembako setidaknya cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.
“Kami sudah mendata warga Kota Solo yang mendapatkan asimilasi. Kami pantau aktivitas mereka," jelas kapolresta.
Andy menyayangkan narapidana yang mendapatkan asimilasi tapi malah kembali melakukan kejahatan. Di antaranya dilakukan pelaku percobaan pencurian di gudang kertas, Keluranan Jajar, Kecamatan Laweyan yang mendapat asimilasi dari Rumah Tahanan (Rutan) Wonogiri, sedangkan warga binaan dari Rutan Ambarawa terlibat pencurian motor di Banjarsari, Kota Solo, lalu kabur ke Kendal. (atn/wa/ria) Editor : Perdana Bayu Saputra