Seperti yang dilakukan sejumlah warga RW 06 Kelurahan Tipes. Warga sibuk merampungkan sejumlah kentongan, kemarin (19/4). Kerja bakti membuat kentongan ini dilakukan agar perangkat komunikasi tradisional itu bisa segera digunakan untuk mengamankan lingkungan sekitar dalam kegiatan siskamling di wilayah masing-masing.
Ketua RW 06 Kelurahan Tipes Jumanto mengatakan, pembuatan kentongan ini dilakukan sebagai tindak lanjut dari instruksi wali kota yang disampaikan melalui kelurahan, beberapa hari lalu. Instruksi tersebut mengarahkan warga agar terlibat dalam menjaga keamanan lingkungan masing-masing. Termasuk kembali menggalakkan hal-hal berbau tradisi dan budaya, seperti penggunakan kentongan untuk menjaga keamanan lingkungan.
"Menindaklanjuti arahan itu kami buat 50 kentongan. Nanti dibagikan untuk 6 RT di wilayah RW 06, sesuai dengan kebutuhan masing-masing RT," ungkap Jumanto kepada Jawa Pos Radar Solo di sela-sela kegiatan, kemarin (19/4)
Pembuatan kentongan dilakukan mulai Sabtu malam (18/4) hingga Minggu siang (19/4). ”Nanti kami bagikan ke setiap RT yang ada di RW 06. Dibunyikan bersamaan dengan patroli malam, mulai pukul 21.00 hingga pagi hari," Jumanto.
Harapannya media kentongan ini bisa menjadi perangkat dalam upaya menjaga keamanan kampung. ”Kami harap ini bisa meminimalkan terjadinya tindak kejahatan di lingkungan karena tiap RT sudah kami minta menyiapkan warga untuk bergantian membantu mengawasi dan berpatroli. Nanti dibedakan antara bunyi kentongan wajar maupun tanda bahaya. Warga sudah diajari dengan pola-pola bunyi untuk berkomunikasi dengan kentongan ini," paparnya.
Sementara itu, Lurah Tipes Suharudi berharap aksi yang dilakukan RW 06 bisa diikuti RW-RW lainnya di Kelurahan Tipes. Dia juga berharap kegiatan siskamling yang selama ini tidak aktif di beberapa lokasi bisa kembali digalakkan.
"Selain bisa memaksimalkan keamanan lingkungan, kegiatan ini diharapkan bisa memopulerkan lagi tradisi memukul kentongan. Kami juga berharap ini bisa menghidupkan lagi program siskamling yang kurang aktif di beberapa wilayah," tutup Suharudi. (ves/nik/ria) Editor : Perdana Bayu Saputra