“Tanggung jawab pemerintah untuk memastikan pemudik yang dikarantina ini bisa kembali ke masyarakat tanpa dikucilkan. Makanya kami kawal langsung ke rumah dan diserahkan langsung kepada RT setempat,” kata wali kota didampingi sejumlah pejabat lain.
Pria yang akrab disapa Rudy ini meminta masyarakat tidak perlu cemas atas kepulangan pemudik ke rumah usai menjalani program karantina oleh pemerintah kota. Sebab, kondisi kesehatan dia dipastikan sehat.
“Mas Saiful (Komar) ini jangan dikucilkan. Dia telah menyelesaikan masa karantina selama 14 hari. Jadi dipastikan mereka yang dikembalikan ke keluarga ini tidak terpapar korona,” tegas Rudy.
Ketua RW 06 Kelurahan Sumber Sunarmin beserta warga yang menyambut kepulangan Saiful itupun merespons baik arahan wali kota. Khususnya untuk memastikan agar tidak ada pengucilan dari lingkungan terhadap pemudik yang selesai menjalani masa karantina.
“Kami siap memastikan kalau warga menerima dengan baik terhadap warga yang telah selesai menjalani masa karantina di tingkat kota,” kata Sunarmin.
Pengalaman tersebut menjadi pelajaran bagi masyarakat agar semakin jeli dalam pengawasan lingkungan. Khususnya para pendatang atau pemudik yang datang dari luar daerah, terutama dari zona merah.
“Sesuai arahan wali kota siapa saja yang mudik wajib dilaporkan ke Posko Covid-19 Kota Surakarta,” jelas dia.
Sekadar informasi, Saiful Komar, 37, menjalani masa karantina di Grha Wisata Niaga, Sriwedari sejak 7 April lalu usai pulang dari Jakarta Pusat sehari sebelumnya. Dia pun genap merampungkan masa karantina selama 14 hari dan diperbolehkan pulang pada Selasa (21/4) pagi. Tim kesehatan sudah menyatakan dia sehat dan tidak memiliki gejala Covid-19 selama tinggal di rumah karantina.
Namun, Saiful masih disarankan tetap tinggal di rumah selama sepekan sejak dipulangkan kemarin. “Seminggu dulu disarankan di rumah, tidak keluar lingkungan dulu. Dan tadi arahannya juga diminta langsung cek darah di RSUD Ngipang, gratis. Ini langsung mau cek dulu ke sana. Terima kasih karena sudah diantar sampai rumah,” tutur Saiful. (ves/bun/ria) Editor : Perdana Bayu Saputra