Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Pegawasan Tol Solo-Ngawi, Kendaraan Menuju Jatim Dipaksa Putar Balik

Perdana Bayu Saputra • Sabtu, 25 April 2020 | 23:00 WIB
Kondisi Gerbang Tol Colomadu sepi kendaraan pasca penerapan larangan mudik.
Kondisi Gerbang Tol Colomadu sepi kendaraan pasca penerapan larangan mudik.
SOLO – Pembatasan kendaraan di ruas Tol Solo-Ngawi mulai diberlakukan, kemarin (24/4). Pengelola tol setempat mulai memperketat pengawasan, khususnya bagi kendaraan pribadi dan umum yang melintas di jalan bebas hambatan sepanjang 90, 43 kilometer itu. Petugas memaksa sejumlah kendaraan pribadi agar putar arah sebelum masuk ke perbatasan Jawa Timur.

Direktur Utama (Dirut) PT Jasamarga Solo Ngawi (JSN) Ari Wibowo mengungkapkan, pemberlakuan penyekatan atau pembatasan kendaraan yang diperbolehkan melintas di jalan tol mulai diberlakukan Jumat (24/4) sejak pukul 24.00. Pihaknya telah berkoordinasi dengan jajaran dinas perhubungan dan kepolisian di masing-masing daerah untuk pengawasan lalu lintas.

“Pembatasan kendaraan yang melintas sudah mulai dilakukan. Kalau di ruas tol yang kami kelola, Solo-Ngawi beberapa kendaraan menuju arah Jawa Timur sudah diputar kembali ke arah Jawa Tengah,” jelas dia saat dihubungi Jawa Pos Radar Solo.

Sesuai arahan pemerintah terkait penyekatan dan pembatasan kendaraan, yang diizinkan melintas hanya kendaraan pengangkut logistik, kendaraan pengangkut obat-obatan, kendaraan pemadam kebakaran, ambulans, mobil jenazah, dan kendaraan yang mengangkut petugas berkaitan dengan penanganan Covid-19. Sebab itu, pihaknya memperketat pengawasan di sekitar Gerbang Tol (GT) Ngawi.

“Beberapa daerah di Jawa Timur sudah PSBB (pembatasan sosial berskala besar), maka lalu lintas yang mengarah ke sana via jalan tol diawasi lebih ketat sirkulasinya,” ujarnya.

Disinggung soal kepadatan arus lalu lintas di Jalan Tol Solo-Ngawi, pihaknya belum bisa memberikan data keluar masuk tol secara pasti, mengingat pendataan masih terus dilakukan. Meski demikian, pihaknya berani memastikan bahwa kepadatan tol akan makin berkurang jika dibandingkan hari-hari sebelumnya.

“Januari-Februari lalu, arus masih normal dengan kepadatan 15 ribu-16 ribu kendaraan per hari. Masuk Maret hingga April ini menurun tajam hingga 6 ribu kendaraan per hari. Kemungkinan terus menurun dengan adanya pembatasan kendaraan yang melintas ini,” jelas Ari Wibowo.

Adapun kendaraan yang masih terlihat keluar masuk ruas tol tersebut dapat dipastikan kendaraan jarak pendek atau arus lokal. Seperti kendaraan yang melintas dari Semarang-Solo, Salatiga-Sragen, dan lain sejenisnya. Sedangkan yang melintas jarak jauh atau menengah hingga lintas provinsi dipastikan akan dipaksa balik oleh petugas yang berjaga di GT yang berbatasan dengan provinsi lain.

“Pengawasan di tol masih normal seperti hari-hari biasanya. Yang sedikit beda pada Lebaran kali ini mungkin tidak ada posko-posko tambahan untuk pengamanan angkutan mudik. Kalau rest area masih beroperasi normal meski beberapa UMKM ada yang tutup sementara,” jelas dia. (ves/bun/ria) Editor : Perdana Bayu Saputra
#Larangan Mudik #tol solo-ngawi #PT. Jasamarga Solo Ngawi #pembatasan kendaraan #pengawasan