Laboratorium Optik dan Fotonika FMIPA UNS sejak awal Maret 2020 mencoba menciptakan ventilator untuk membantu pernapasan bagi pasien Covid-19.
Koordinator laboratorium Ahmad Marzuki mengatakan, mengingat mobilitas penduduk yang tinggi, Indonesia memiliki potensi terjadinya penularan Covid-19 secara cepat.
"Di Itali dan Amerika Serikat, Covid-19 menular sangat cepat. Akibatnya rumah sakit kewalahan. Jumlah kamar perawatan yang tersedia tidak mencukupi. Kendala lain, rumah sakit kekurangan ventilator, yaitu alat bantu pernapasan yang sangat dibutuhkan oleh pasien akut terpapar Covid-19,” jelasnya, Sabtu (25/4).
Sebab itu, Laboratorium Optik dan Fotonika FMIPA UNS berinisiatif membuat ventilator guna mengantisipasi kondisi mendesak. “Tapi tentunya kita semua berharap tidak sampai ada pada kondisi yang demikian" terangnya.
Alat bantu pernapasan yang sifatnya darurat ini tidak hanya dikembangkan oleh UNS. Banyak perguruan tinggi di dalam maupun luar negeri ikut mengembangkan alat serupa. Sebut saja tim dari MIT, Oxford University, Rice University, ITB, dan lain-lain.
Bedanya, ventilator versi UNS ini didesain untuk meminimalkan peluang tercampurnya kembali udara kotor yang dikeluarkan dari paru-paru pasien dengan udara bersih yang akan dimasukkan ke paru-paru pasien.
"Ventilator versi UNS ini dilengkapi dengan sistem kontrol yang memungkinkan operator dapat mengatur kerja ventilator sesuai dengan keadaan pasien yang meliputi volume tidal, laju pernapasan, kadar O2, dan sebagainya. Hal ini yang menjadi kelebihan ventilator buatan FMIPA UNS dibanding ventilator lainnya," imbuhnya.
Untuk versi pertama ventilator buatan UNS dijual dengan harga sangat terjangkau. Tapi tetap dapat menjalankan tugasnya sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan dunia medis.
"Tim dari Prodi Fisika FMIPA UNS telah melakukan konsultasi ke Rumah Sakit (RS) UNS untuk masalah-masalah terkait dengan fungsi alat ini dan spesifikasi yang pas untuk standar medis," terang Marzuki.
Dekan FMIPA UNS Harjana menambahkan, hadirnya ventilator pernapasan untuk pasien Covid-19 dari Prodi Fisika ini merupakan bagian dari inovasi untuk membantu penanganan Covid-19 di Indonesia. "Tim dari Laboratorium Optik dan Fotonika FMIPA UNS akan terus mengembangkan alat ini," ujarnya. (irw/wa/ria) Editor : Perdana Bayu Saputra