Rencananya, pemkot mulai mengerjakan proyek penataan city walk Jalan Slamet Riyadi di dua segmen. Segmen pertama dari depan kantor BCA Gladak hingga bundaran Gladak. Segmen dua, mulai depan Wisma Bathari ke barat menuju simpang empat Ngapeman. Kedua segmen itu sedianya rampung pada akhir 2020.
“(Anggaran) beberapa proyek fisik memang harus dipotong. Salah satunya penataan city walk. Proyek yang dipotong adalah proyek yang dipandang belum urgent. Semua kami alihkan untuk percepatan penanganan Covid-19 di Kota Solo,” ujar Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo, Rabu (29/4).
Penataan city walk, lanjut Rudy, merupakan penataan drainase di jalur protokol Kota Bengawan. Sebenarnya masih ada beberapa segmen yang belum dikerjakan. Namun, karena keterbatasan anggaran hanya dua segmen tersebut yang dikerjakan tahun ini.
“Sekarang malah semua belum jadi. Kami lihat nanti apakah dipotong apa dihilangkan (anggarannya),” imbuhnya.
Selain penataan city walk, anggaran yang harus menyesuaikan akibat Covid-19 adalah dana pembangunan kelurahan (DPK) yang bersumber dari APBD dan bantuan sosial (bansos) khusus wali kota. Total anggaran keduanya diperkirakan Rp 12 miliar.
“Kalau proyek-proyek dari pusat yang besar seperti revitalisasi Pasar Legi dan Pasar Klewer Timur kelihatannya masih tetap,” ungkap dia.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Surakarta Ahyani menambahkan, pemkot tahun ini melakukan perubahan pengelolaan anggaran di beberapa pos. Salah satunya terkait berkurangnya pendapatan asli daerah (PAD). Dua sumber utama PAD, yakni pajak dan retribusi dipastikan mengalami penurunan.
“Kami siapkan skenario terburuk. Dan ini bukan hanya terjadi di Kota Solo. Ini di semua daerah,” ucapnya. (irw/wa/ria) Editor : Perdana Bayu Saputra