Berdasarkan data yang dihimpun dari website corona.jatengprov.go.id, sampai saat ini ada 38 pasien Covid-19 ditangani RSUD Dr Moewardi hingga 29 April pukul 12.00. Rinciannya, 19 orang dirawat, sembilan sembuh, dan 10 orang meninggal. Karena kasus Covid-19 di eks Karesidenan Surakarta terus meningkat dan rumah sakit ini menjadi rujukan utama, maka ruang isolasi juga ditambah.
“Kebutuhan ruang isolasi di RSUD Dr Moewardi saat ini sangat diperlukan karena pasien korona terus berdatangan,” ujar Kepala Sub Bagian Hukum RSUD Dr Moewardi Eko Haryati, Rabu (29/4).
Pada awal Maret lalu, pihak rumah sakit hanya menyediakan dua kamar isolasi. Kemudian fasilitas itu ditambah menjadi 51 kamar. Mengingat penambahan itu belum dapat mencukupi seluruh kebutuhan, RSUD Dr Moewardi kembali menambah kamar isolasi.
“Kami perluas lagi kamar isolasi di ruang melati I. Ada tambahan 57 kamar. Total saat ini ada 110 kamar isolasi. Pasien bayi dan anak juga bisa dirawat di ruangan ini,” kata dia.
Menurut dia, perluasan tersebut untuk mengantisipasi lonjakan pasien yang diperkirakan akan terjadi pada Mei nanti, mengingat RSUD Dr Moewardi sebagai rumah sakit rujukan tersier Covid-19 di Jawa Tengah. Tambahan ruang baru isolasi tersebut mulai beroperasi Selasa kemarin.
“Di ruang baru ini kami sediakan fasilitas ruang operasi, ICU, ruang bersalin, ruang perawatan bayi, anak dan dewasa, ruang hemodialisa (cuci darah) serta kamar jenazah khusus untuk pasien Covid-19,” jelas Eko Haryati.
Ruang isolasi RSUD Dr Moewardi ini sudah sesuai standar WHO. Di mana tiap ruangannya didesain khusus memiliki pintu serta jalur khusus untuk pasien dan petugas yang terpisah dari pasien umum. Selain itu, juga memiliki tekanan udara negatif menggunakan hepafilter untuk mencegah penyakit menyebar melalui udara atau keluar dari ruang isolasi dan menginfeksi orang lain.
“Perluasan ruang perawatan Covid-19 ini berdampak pada bertambahnya kebutuhan tenaga medis serta kebutuhan APD (alat pelindung diri). Kelangkaan masker bedah dan masker N95 saat ini masih menjadi perhatian khusus manajemen untuk dilakukan pengajuan pengadaan,” tutup Eko. (ves/bun/ria) Editor : Perdana Bayu Saputra