Selain monumen, pemkot juga akan mengirim surat kepada Menteri Sosial agar musisi berjuluk The Godfather of Broken Heart tersebut mendapat anugerah dari negara. Wali kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo mengatakan anugerah dan penghargaan diberikan atas dasar kiprah Didi Kempot sebagai musisi yang memiliki talenta luar biasa.
“Talenta luar biasa yang ditinggalkan legacy-nya adalah ketika konser di rumah itu bisa mengumpulkan dana seketika selama 3 jam sebesar Rp 5 miliar lebih. Itu baru satu-satunya Mas Didi Kempot. Setelah diperpanjang bisa Rp 7,6 miliar,” katanya di balai kota, Sabtu (9/5).
Wali Kota rencananya akan bertemu dengan seniman-seniman di Kota Solo terkait penempatan dan bentuk monumen Didi Kempot. Rudy mengaku tidak tahu persis bagaimana etika dan estetika penempatan monumen.
“Itu kan mesti harus buat rancangan dulu, itu di Stasiun Balapan boleh, Terminal Tirtonadi juga bisa. Atau di Taman Tirtonadi. Banyak. Jurug barang pun pernah dinyanyikan oleh Mas Didi. Lha sehingga nanti kita bicarakan dengan tokoh-tokoh seniman dan budayawan sebaiknya di mana. Nanti nek tak pasang neng gone Stasiun Balapan ternyata banyak yang menghendaki di Tritonadi. Namun kalau nanti kita bicarakan dengan tokoh-tokoh masyarakat, oh nang Stasiun Balapan wae, lha berarti semuanya sudah menghendaki di sana,” beber Rudy.
Rudy mengingatkan jika Didi Kempot adalah musisi kelas internasional. Sehingga seluruh penghargaan yang diajukan pemkot dianggap tidak berlebihan. (irw/ria) Editor : Perdana Bayu Saputra