Polisi juga menyisir pusat perbelanjaan di Kota Bengawan. Fokus aparat keamanan adalah pengunjung dan pedagang diminta memperhatikan physical and sosial distancing. Sebab, ada fenomena jelang Lebaran ini intensitas warga ke luar rumah makin intens.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Satpol PP Kota Surakarta Sutarjo mengungkapkan, pihaknya mulai mengawasi aktivitas masyarakat yang kerap menghabiskan waktu di alun-alun selatan itu. Pasalnya, dalam beberapa waktu terakhir pihaknya mendapat laporan soal kawasan itu makin ramai didatangi masyarakat sejak sore hingga malam.
“Situasinya kan masih pandemi, jadi keramaian di sana tetap harus diawasi, baik pedagangnya maupun warga yang datang ke sana,” kata dia, kemarin.
Seperti biasanya, kerumunan warga jadi perhatian, mengingat social and physical distancing sering diabaikan. Pedagang diminta menegur apabila ada pembeli bergerombol dalam suatu lokasi. “Akan segera kami cek, sekalian koordinasi dengan pengelola di sana,” kata Sutarjo.
Keluarga Keraton Kasunanan Surakarta KPH Eddy Wirabhumi membenarkan alun-alun selatan kembali dibuka beberapa pekan ini. Sebelumnya tempat ini sempat ditutup. Putusan membuka lahan terbuka itu dilakukan karena banyak masyarakat yang menggantungkan hidup dari berdagang di lokasi itu. Sehingga pihaknya kembali membuka alun-alun selatan.
“Banyak warga yang usaha di sana. Kalau terlalu lama tutup juga kasihan masyarakat. Tapi kita selalu imbau agar mematuhi protokol kesehatan seperti pakai masker dan lainnya. Kami juga keliling dan menegur bila ada yang tidak patuh aturan,” tutur dia. (ves/bun) Editor : Perdana Bayu Saputra