Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Menanti 9 Tahun, Kepala Disdag Solo Ikhlas Batal Naik Haji Tahun Ini

Perdana Bayu Saputra • Kamis, 4 Juni 2020 | 22:01 WIB
Heru Sunardi dan istri menunjukkan pakaian dan peralatan yang telah disiapkan untuk ke ibadah haji. (ANTONIUS CHRISTIAN/RADAR SOLO)
Heru Sunardi dan istri menunjukkan pakaian dan peralatan yang telah disiapkan untuk ke ibadah haji. (ANTONIUS CHRISTIAN/RADAR SOLO)
SOLO - Calon jamaah haji (CJH) harus lebih bersabar setelah ada kebijakan pembatalan keberangkatan ibadah haji tahun ini. Tak mau ribet, mereka lebih memilih tidak mengambil dana BPIH dan bersabar menunggu keberangkatan tahun depan. Seperti yang dilakukan pasangan suami istri (pasutri) Heru Sunardi, 56, dan Elfi Dwi Andrejani, 55.

Pasutri warga Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres ini sejatinya akan  berangkat ibadah haji tahun ini. Namun, kabar mengagetkan didapat dari grup WhatsApp (WA) CJH Kecamatan Jebres. Ada informasi dari Kemenag kalau ibadah haji tahun ini ditunda.

“Awalnya terkejut, tapi mau bagaimana lagi. Ini semua sudah digariskan Tuhan. Pemerintah pasti punya keputusan yang terbaik bagi kita. Positive thinking saja. Toh ditundanya tahun depan, semoga masih ada umur. Daripada nekat berangkat, tapi pasti akan kerepotan soal mengatur jarak. Apalagi negara yang mau dituju juga belum pasti apakah aman dari pandemi atau tidak,” tutur Heru.

Pria yang menjabat sebagai kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Surakarta ini sudah mendaftarkan diri sejak 2011 silam. Dengan modal Rp 13 juta untuk mendaftar, Heru dan istri sepakat mendaftarkan diri sebagai CJH. .

“Dulu saya sudah ancang-ancang mau naik haji sebelum pensiun. Sebab, dulu umur maksimal ASN sebelum ada perubahan pensiun di usia 56 tahun. Nah itu, tepat tahun ini. Tapi malah ada penundaan, ya sudah tidak apa-apa. Selain saya dan istri, ada sekitar 10 orang lain asal Jebres yang akan berangkat,” tuturnya.

Heru mengatakan, sebenarnya sejak ada pandemi korona Maret silam, dia sudah memprediksi terkait pembatalan ibadah ini. Namun karena belum ada keputusan, maka segala persiapan masih terus dilakukan Heru sebelum menuju tanah suci.

Antara lain sudah mengikuti pengajian manasik haji. Dia juga sudah mendapat perlengkapan berupa baju ihram, seragam batik serta buku panduan. “Untuk surat istithaah yang berisi kegiatan olahraga rutin, general checkup sudah dikirim, paspor juga sudah dikumpulkan. Jadi ini tinggal menunggu jadwal manasik haji, pengembalian berkas, dan sama,” ujarnya.

Selain itu, Heru sebenarnya tengah diajukan Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta untuk mengikuti diklat pimpinan II. Namun karena mau fokus persiapan keberangkatan haji, maka dia mengundurkan diri sebagai peserta. “Ini malah tidak jadi berangkat karena pandemi,” ujarnya.

Sang istri, Elfi juga kecewa tahun ini batal melaksanakan rukun Islam kelima ini. Namun, dari pada larut dalam kekecewaan, perlu disadari pada masa pandemi seperti saat ini, kesehatan menjadi hal yang utama. “Batal tidak apa-apa, asal kita selamat dan sehat, tahun depan insyaallah bisa berangkat,” ujarnya. (atn/bun/ria) Editor : Perdana Bayu Saputra
#batal naik haji #kepala dinas perdagangan #pembatalan keberangkatan ibadah haji #heru sunardi #surakarta