Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Toko Candi Elektronik yang Ludes Terbakar Baru Selesai Dipercantik

Perdana Bayu Saputra • Rabu, 10 Juni 2020 | 20:26 WIB
Laboratorium Forensik Mabes Polri Cabang Semarang melakukan olah TKP di puing-puing sisa kebakaran Candi Elektronik.
Laboratorium Forensik Mabes Polri Cabang Semarang melakukan olah TKP di puing-puing sisa kebakaran Candi Elektronik.
SOLO – Toko Candi Elektronik yang ludes terbakar, Selasa (9/6) dini hari, ternyata baru saja selesai proses re-layout atau mengubah penampilan. Namun, si jago merah justru melahap habis semua barang dagangan dan bangunan toko tersebut.

CEO Toko Candi Elektronik Adrian Ayat Santiko mengatakan, tokonya baru proses re-layout atau mengubah penampilan. Ini dilakukan untuk memberikan suasana baru kepada pelanggan.

“Setiap tiga tahun sekali ada perubahan. Mulai dari posisi kasir, kemudian both-both semua kita putar posisinya,” kata CEO Toko Candi Elektronik Adrian Ayat Santiko, kemarin.

Proses renovasi ini baru dilakukan pada Januari lalu. Dan masih ada tambahan untuk mempercantik tampilan. Namun, malah musibah kebakaran datang. “Tapi kami percaya, segala sesuatu itu ada hikmahnya. Semoga dengan kejadian ini bisa menjadi pembelajaran buat kami, agar ke depan lebih baik lagi,” imbuh Adrian.

Adrian mengaku mendapat kabar kalau tokonya terbakar sekitar pukul 03.00 dari seorang pegawai. Setengah jam kemudian pria ini baru tiba di lokasi. Kaget bukan kepalang, pria ini mengaku keluar keringat dingin ketika melihat lokasi usahanya terbakar.

Dia membenarkan kalau sedang ada pembenahan AC di lantai satu bagian depan. Namun, kebakaran tidak di lokasi itu, melainkan di sisi timur belakang lantai dua bangunan. Petugas sudah berupaya mematikan api dengan dua apar dan air, namun tidak berhasil. Api terus membesar. an

Api dengan cepat melalap alat elektronik, baik yang dipajang maupun stok yang notabene merupakan barang-barang keluaran terbaru. “Tapi untuk sebagian stok masih ada di gudang kami di Baki, Sukoharjo. Mengenai penyebab kebakaran kami masih menunggu hasil penyelidikan dari labfor. Tapi dugaan awal karena korslet,” tuturnya.

Toko elektronik ini merupakan pindahan dari kawasan Gemblegan pada 2013. Status toko sewa selama 16 tahun dan milik salah satu rekanan pemilik. “Jadi ini baru bejalan 6,5 tahun,” katanya.

Bagaimana dengan nasib pegawai? Adrian mengatakan tidak ada pegawai yang akan dirumahkan. Puluhan tenaga kerja akan dialihkan ke gudang Baki sehingga tetap bekerja. “Untuk penjualan akan kami lakukan secara online terlebih dahulu. Planning ke depan, kita cari toko sementara sembari gedung ini kita bangun kembali,” tuturnya.

Disinggung soal kerugian yang dialami, Adrian belum bisa merinci sebab masih dihitung. Dia mengaku mengalami kerugian, baik barang maupun bangunan. “Sejak awal berdiri, baru kali pertama ini tertimpa musibah kebakaran,” ujarnya.

Sementara itu, siang kemarin, tim Laboratorium Forensik Mabes Polri Cabang Semarang tiba di lokasi untuk melakukan proses olah tempat kejadian perkara (TKP). Sekitar 1 jam tim berada di dalam gedung guna mencari penyebab kebakaran. Beberapa sampel diambil tim labfor guna diteliti lebih lanjut.

Kapolresta Surakarta Kombes Pol Andy Rifai menjelaskan, pihaknya masih menunggu hasil penyelidikan tim labfor. “Kami tidak bisa menduga-duga. Yang jelas, sampel sudah diambil baru bisa dipastikan penyebabnya. Apakah karena arus pendek listrik, atau ada penyebab lain. Kerugian juga masih dihitung oleh pemilik toko,” katanya.

Selain pemeriksaan oleh tim labfor, polisi juga sudah memanggil sejumlah saksi. Baik pegawai di lokasi kejadian hingga pimpinan toko elektronik tersebut. Dari keterangan saksi, pukul 20.00 sedang ada pekerjaan instalasi AC di dalam sisi depan bangunan. Pekerjaan ini dilembur hingga dini hari kemarin. Kemudian, teknisi yang masih bekerja melihat percikan di atas gedung. Tak lama kemudian saksi mengajak satpam yang berjaga di depan gedung untuk melihat percikan api.

“Dari luar gedung melihat ke atas sudah ada nyala api. Kemudian mereka berteriak kebakaran. Keduanya tidak bisa masuk ke bagian atas karena ditutup dan hanya dibuka pada saat operasional. Api kali pertama diketahui di sebelah timur dekat musala,” urai Andy. (atn/bun/ria) Editor : Perdana Bayu Saputra
#re-layout #kebakaran #olah tkp #toko candi elektronik #Laboratorium Forensik Mabes Polri Cabang Semarang