Yusuf Ahmadi, seorang pegawai SPBU mengatakan, kejadian sekitar pukul 18.00 ini bermula saat ada mobil tangki Pertamina akan melakukan bongkar muat solar di SPBU. ”Karena tadi posisinya ramai, truk menunggu dulu, sebab tidak bisa mundur ke tangki pengisian stok,” kata Yusuf.
Di belakang truk itu ada mobil berplat nomor AD 8558 RH. Diduga karena tidak sabar menunggu, pengemudi Terios tancap gas hendak keluar dari kawasan SPBU. Karena hilang kendali, kendaraan itu justru menghantam Yamaha N Max dengan nopol AD 4497 CH.
Setelah itu menggasak mesin dispenser nomor 4. Akibatnya dua unit sepeda motor, antara lain Yamaha Vega dengan nopol AD 3265 KZ dan Honda Vario Hitam nopol AD 2590 ANB tertimpa mesin dispenser BBM. “Tadi sempat susah mengevakuasi korban, karena terhimpit antara mesin dan motor,” katanya.
Wakil Wali Kota Surakarta Ahmad Purnomo yang juga sebagai pemilik SPBU mengetahui ada kejadian ini dari salah seorang pegawainya. ”Ini mau ada acara ke Loji Gandrung, terus dengar ada ini saya lihat, ternyata benar,” tuturnya
Purnomo mengatakan, setelah kejadian saluran BBM dan jaringan listrik langsung dimatikan. Ini dilakukan untuk mencegah terjadi kebakaran. “Alhamdulillah tidak sampai kejadian (kebakaran). Kasusnya saya serahkan ke kepolisian. Kerugian masih dihitung,” ujarnya
Sementara itu, Kapolsek Laweyan AKP Ismanto Yuwono mengatakan, setelah melakukan olah tempat kejadian perkara, kesimpulan sementara ini murni kecelakaan. Atas dasar itu, proses penyelidikan sementara akan dilimpahkan ke Satlantas Polresta Surakarta.
“Pengemudi mobil tadi sempat kabur setelah kejadian, kemungkinan takut karena banyak warga di sana. Tapi akhirnya berhasil kami amankan. Nanti kami limpahkan ke satlantas,” ujarnya. (atn/bun/ria) Editor : Perdana Bayu Saputra