Hal itu disampaikan Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo saat memndampingi Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto dalam kunjungan ke RSUD Bung Karno di Semanggi, Pasar Kliwon, Jumat (3/7). Pengembangan pusat pengobatan tradisional tersebut mendapat dukungan penuh Kementerian Kesehatan (Kemenkes), mulai dari sumber daya manusia hingga pendampingan selama pelaksanaan.
“Ya RSUD pusat pengobatan tradisional, artinya herbal. Jadi akan dibalik, menurut beliau akan dibalik. Yang tradisional itu yang backup adalah yang modern. Kalau sekarang kan modern backup tradisional, ini diwalik,” kata Rudy.
Wali kota menambahkan, bahan baku pengembangan rumah sakit tradisional akan menggunakan bahan herbal dari Tawangmangu Kabupaten Karanganyar. Selain itu, dia juga berencana menggunakan lahan di belakang RSUD sebagai tempat bercocok tanam tanaman herbal.
“Kalau besok rumah sakit pusat pengobatan tradisional ini bisa berkembang, usia orang Indonesia lebih dari 80 tahun. Karena tdk ada HD (hemodialisa) besok, karena ginjalnya nggak ada yang rusak,” papar Rudy.
Sementara itu, Menkes Terawan mengatakan, pengobatan tradisional merupakan kearifan lokal yang harus ditonjolkan. Dia percaya jika pengobatan tradisional bisa mendunia.
“Pengobatan tradisional ini bisa menjadi medical tourism. Apalagi siapa tahu dari riset-riset tradisi ini bisa juga untuk penanganan Covid dan sebagainya. Di situlah kita mau memodernisir pengobatan tradisoional ini menjadi sebuah ikon yang baik. Ada tempatnya untuk pelayanan dan ada tempatnya untuk pengembangan riset dan teknologi,” jabarnya. (irw/ria) Editor : Perdana Bayu Saputra