Dari video yang diunggah akun Instagram @energisolo, terlihat seorang remaja pria duduk di depan teras rutan. Kemudian seorang remaja putri yang diduga merupakan kekasihnya berbaring menyandarkan kepala di paha sang pria. Video diambil malam hari karena kondisi cukup gelap. Aksi pacaran di tempat umum ini langsung mendapat beragam komentar dari netizen.
Kepala Pengamanan Rutan (KPR) Andi Rahmanto mengatakan, aksi pacaran yang dilakukan di depan rutan itu menjadi pembelajaran bagi pihaknya untuk lebih ketat dalam pengawasan. "Selama ini pengawasan area itu hanya lewat CCTV kita. Kalau ada kejadian begini, nanti anggota akan rutin patroli setiap setengah sampai satu jam sekali," ujar Andi.
Patroli ini, lanjut Andi, juga untuk memperingatkan warga yang kerap nongrong di depan rutan. Diakui Andi, pascarenovasi bagian muka rutan rampung, setiap malam kawasan itu menjadi spot nongkrong baru bagi warga Kota Bengawan dan sekitarnya.
Andi pun tak mengira jika setelah renovasi, kawasan depan rutan itu akan menjadi daya tarik bagi masyarakat untuk nongkrong maupun foto-foto.
"Kalau tujuan awal kita itu untuk menyelaraskan program pemkot, di mana kawasan Gladak bertema kota tua," jelas Andi mewakili Kepala Rutan Urip Dharma Yoga.
"Pembangunannya juga sudah selesai sebelum pandemi Covid-19. Setelah pandemi merebak dan Solo berstatus KLB (kejadian luar biasa), kita langsung memasang papan imbuan untuk menjaga jarak serta ketertiban. Kita buat wastafel juga di depan agar masyarakat bisa cuci tangan," imbuh Andi.
Pihak Rutan juga sudah berkoodinasi dengan Satpol PP Kota Surakarta untuk membubarkan kerumunan apabila membeludak. "Karena kalau untuk membubarkan bukan kapasitas kita. Kita hanya bisa menhimbau untuk tetap menjaga jarak dan protokol kesehatan," pungkasnya. (atn/ria) Editor : Perdana Bayu Saputra