Penundaan kegiatan tersebut guna mengantisipasi penyebaran Covid-19. Mengingat pada tahun-tahun sebelumnya, kegiatan jamasan keris itu selalu menyedot perhatian warga sehingga menimbulkan kerumunan.
“Selain menghindari keramaian, (penundaan jamasan) juga karena anggarannya direalisasi untuk penanganan pandemi," ujar Kepala UPT Museum Dinas Kebudayaan Kota Surakarta Luthfi Khamid, kemarin (19/8).
Diterangkan dia, dinas kebudayaan banyak mendapat pertanyaan dari masyarakat, khususnya pemilik keris dan tosan aji terkait kepastian pelaksanaan jamasan. Namun, keputusan menunda acara tersebut tidak berubah.
Luthfi memastikan, perawatan keris dan tosan aji di dua museum tetap dilakukan secara internal dalam waktu berbeda karena sudah menjadi agenda rutin. "Kalau perawatannya tetap ada, yang ditiadakan giat seremonialnya. Mungkin tahun depan baru dilakukan lagi,” terangnya. (ves/wa/ria) Editor : Perdana Bayu Saputra