Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Ketua DPC PDI Perjuangan Siap Hadapi Lawan Siapapun 

Perdana Bayu Saputra • Minggu, 23 Agustus 2020 | 16:08 WIB
Photo
Photo
KOTAK kosong atau calon independen tidak masalah bagi Gibran-Teguh. Pasangan calon wali kota dan wakil wali kota yang diusung PDIP Perjuangan ini siap menghadapi dalam pilkada  nanti.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo menegaskan, partainya tidak dalam posisi memilih calon lawan. Skenario apapun sudah disiapkan untuk memenangkan Gibran-Teguh.

“Kotak kosong tidak masalah, Itu sudah diatur dalam undang-undang. Independen juga tidak masalah. Kalau di undang-undang tidak boleh itu saya harus bingung,” katanya.

Selain itu, Rudy tak mau jika keberadaan  calon perseorangan yang bakal berlaga di Pilkada Solo disebut sebagai calon boneka. “Saya tidak mau independen itu dituduh calon boneka, saya tidak mau. Sudah, demokrasi tetap berjalan seperti itu saja apa adanya,” tegasnya.

Kini dia bersama partai pendukung terus bekerja untuk memenangkan Gibran-Teguh. Pengalaman mengikuti sejumlah pemilihan umum membuatnya tahu bagaimana kinerja partainya serta partai pendukung. Rudy meyakini partai-partai yang sudah merapat ke poros PDI Perjuangan tidak akan bermanuver. Mengingat, rekomendasi diturunkan langsung dari ketua umum masing-masing partai.

“Kalau sudah ada rekomendasi dari ketua umum dan di bawah bermanuver, ya itu bunuh diri,” ujarnya.

Sebelumnya partai-partai yang memiliki kursi di DPRD Surakarta mayoritas telah bulat menjatuhkan dukungannya kepada pasangan Gibran-Teguh dalam pilkada mendatang. Di antaranya Partai Gerindra, Partai Golkar, Partai Amanat Nasional, dan Partai Solidaritas Indonesia. Sementara satu-satunya partai yang belum menentukan sikap adalah Partai Keadilan Sejahtera.

Ketua DPD PKS Surakarta Abdul Ghofar Ismail menegaskan kembali partainya ingin menjaga iklim demokrasi di Kota Bengawan agar tetap sehat. Dominasi tunggal yang diperagakan PDIP di pilkada tahun ini dianggap sebagai pembunuh demokrasi.

“Kalau semua mendukung ke satu calon maka akan tidak sehat demokrasi kita. Untuk itu, kami terus berjuang agar demokrasi di Solo ini sehat. Bukan masalah menang siapa, tetapi bagaimana masyarakat diberi pendidikan politik yang baik,” katanya, kemarin.

Ghofar menambahkan, bergabungnya empat partai ke PDIP juga dinilai sebagai keputusasaan dalam politik. PKS tetap optimistis akan ada lawan untuk Gibran-Teguh Desember mendatang. “Saya yakin ada celah dalam demokrasi. Sehingga partai-partai pendukung Gibran-Teguh akan sadar dan bergabung dengan PKS untuk melawan calon dari PDIP. (irw/bun) Editor : Perdana Bayu Saputra
#Pilkada Solo