Jaringan internet tersebut dapat dimanfaatkan secara gratis oleh anak-anak kampung setempat. "Sudah dua bulan ini anak-anak belajar di tempat tersebut,” ujar Chief of Hepiness Joho Kampoeng Hepi Ipung Kurniawan.
Fasilitas itu hanya dikhususkan bagi anak-anak. Mereka mendapat kode tertentu agar lancar mengakses internet. Waktu belajar daring diatur mulai pukul 08.00 hingga pukul 06.00.
Gmuna encegah kerumunan, anak-anak yang belajar di tempat itu dibagi menjadi beberapa kelompok. Mereka pun sangat antusias. “Kalau belajar di sini bisa bareng teman-teman yang lain. Jadi tidak sepi seperti belajar di rumah," ujar Hasanah, siswi kelas VI SD Kerten 2.
Inovasi itu juga membantu para orang tua yang selama ini harus bekerja dan kurang optimal dalam mendampingi anak belajar daring. Karena saat belajar di "pos ronda" itu, ada sukarelawan yang membantu mengawasi.
Di antaranya Anik Murtanawati. Meskipun bukan seorang pendidik, dia memiliki waktu luang sehingga bersedia mendampingi anak-anak. "Biasanya tiap pagi ada anak yang datang. Jadi harus ada yang mengawasi. Anaknya senang, orang tuanya juga tenang," pungkasnya. (ves/wa/ria) Editor : Perdana Bayu Saputra