Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo berpesan agar pengelola rumah heritage ini melibatkan UMKM agar bisa ikut memamerkan karya mereka di sana. Melihat potensinya, rumah heritage bisa menjadi destinasi wisata baru di Kota Solo. Selain ada museum, toko, juga ada kafe di lokasi yang sama. Ini akan meramaikan geliat wisata di Kota Bengawan.
“Pemkot dengan senang hati mengizinkan renovasi bangunan-bangunan yang sudah mendapat predikat sebagai cagar budaya, asal tidak mengubah struktur bangunan sebagaimana yang dilakukan oleh keluarga Tjokrosaputro,” kata wali kota yang akrab disapa Rudy ini di sela-sela soft opening, Jumat (2/10).
Wali kota berharap pengelola ke depan bisa melibatkan para perajin-perajin batik dengan skala kecil agar bisa ikut memamerkan karya-karya mereka di rumah heritage. Dengan demikian, bukan hanya kalangan menengah ke atas yang bisa menikmati suasana di sana, namun juga semua lapisan masyarakat.
“Kalau kelas atas bisa diarahkan untuk membeli karya batik Kerisnya, tapi baik juga melibatkan UMKM sehingga yang menengah ke bawah juga memiliki opsi lain untuk berbelanja batik atau kerajinan dengan harga lebih murah,” papar Rudy.
Sementara itu, soft opening rumah heritage ditandai dengan aksi potong tumpeng oleh wali kota dan jajaran, yang diberikan langsung ke owner Rumah Heritage Istana Batik Keris Lina Tjokrosaputro. Pihaknya berharap soft opening yang bertepatan dengan Hari Batik Nasional ini dapat menjadi momentum untuk memaksimalkan potensi wisata di Kota Bengawan.
“Tempat ini sangat bagus karena berada di sepanjang jalan menuju Kampung Batik Laweyan. Rencananya, bagian depan gedung ini akan digunakan sebagai galeri batik dan saya juga ingin ada ornamen batik-batik di sepanjang jalan menuju Kampung Batik Laweyan. Yang pasti hadirnya rumah heritage ini merupakan bentuk dari pelestarian bangunan-bangunan lawas, batik tradisional, serta pelestarian UMKM,” tuturnya. (ves/bun/ria) Editor : Perdana Bayu Saputra