Direktur Solo Metro Citra Plasma (SMCP) Elan Suherlan mengatakan, penghentian pekerjaan terpaksa dilakukan untuk menghindari penyebaran Covid-19 di kawasan proyek. Keputusan tersebut diambil setelah kasus Covid-19 di Kota Solo ditetapkan sebagai kejadian luar biasa (KLB).
"Kami upayakan prosedurnya (protokol kesehatan) terpenuhi karena Covid-19 masih ada. Kami nggak mau tim yang di lapangan kena juga (terpapar Covid-19), itu lebih repot lagi," ucapnya.
"September tahun lalu sudah mulai pembangunan. Kalau fisiknya sudah lama. Cuma terhentinya itu pada saat mau bangun konstruksi. Jadi sudah cukup lama sebetulnya jalannya," imbuh Elan.
Awalnya, SMCP belum memiliki kesiapan mengantisipasi Covid-19. Namun saat ini, Elan dan tim mengaku sudah cukup banyak belajar prosedur keselamatan kerja dalam situasi pandemi.
Molornya pekerjaan juga karena menunggu pendanaan dari bank. Pendanaan tersebut baru terkonfirmasi Desember tahun lalu. "Kami akan mengerahkan sampai 100 orang pekerja. Sudah punya rencana kerja, tinggal dilanjutkan tanpa ada perubahan" papar dia.
Elan memperkirakan pekerjaan PLTSa selesai pertengahan 2022. Sebelumnya, proyek tersebut ditarget selesai Desember 2021. "Kami lihat seberapa cepat bisa recover. Terus terang masih belum tahu karena dengan situasi seperti ini (pandemi), kami belum tahu kendala di lapangan seperti apa. Jadi saya belum berani bilang bahwa akan mundur enam bulan atau tiga bulan," ucap dia.
Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo memaklumi keterlambatan yang dialami PT SMCP. Dia meminta pelaksana proyek menyelesaikan secara maksimal. (irw/wa) Editor : Perdana Bayu Saputra