Kapolsek Jebres Kompol Suharmono menjelaskan, lantaran mendapat laporan adanya dugaan bunuh diri pada Minggu petang, anggotanya dibantu tim SAR sempat melakukan pencarian di bibir sungai. Mengingat derasnya arus air dan kondisi pencahayaan, pencarian pun ditunda.
"Namun ternyata ini kami mendapat kabar kalau korban yang kami cari itu berada di Palur. Tidak menceburkan diri ke sungai," katanya, Senin (14/12).
Sebagai informasi, pada Minggu (13/12) sore, petugas jaga di Pos Pantau TMA Jurug menduga terjadi tindakan bunuh diri. Sebab, sebelumnya dia melihat seseorang yang dikira laki-laki menghentikan sepeda motornya di atas Jembatan Jurug.
Karena curiga, saksi yang merupakapan warga Kelurahan Purwosari, Kecamatan Laweyan ini mencoba melihat dari bawah jembatan. Kala itu, korban yang belum diketahui identitasnya tersebut sudah turun dari motor dan berdiri di tepi jembatan.
Takut orang tersebut berbuat nekat, dia langsung berlari ke atas jembatan. Namun terlambat, orang itu sudah hilang dari posisinya. Sementara sepeda motor Yamaha Mio warna hitam dengan nopol AD 2040 U masih berada di tempatnya.
Usut punya usut, ternyata ada warga yang menemukan orang tersebut dan langsung membawa pulang ke rumah serta menyerahkan kepada salah seorang saudaranya.
Kanit Reskrim Polsek Jebres Iptu Wahyu Riyadi memaparkan, polisi mengetahui keberadaan korban setelah melakukan penyelidikan lewat motor Yamaha Mio dengan nopol AD 2040 U.
"Dari STNK, motor tersebut milik seorang warga Kragilan, Banjarsari. Warga tersebut membenarkan, tapi motor tersebut sudah dijual oleh warga tersebut, tapi belum sempat balik nama," paparnya.
Untungnya, lanjut Wahyu, warga tersebut masih ingat dan memiliki nomor pemilik baru motor tersebut. Setelah itu, pihak kepolisian mencoba menghubungi nomor tersebut dan benar. Ternyata yang bersangkutan meninggalkan motor tersebut di Jembatan Jurug.
"Kemudian korban yang sempat dikira melompat, ternyata yang bersangkutan pulang ke rumah," katanya. (atn/ria) Editor : Perdana Bayu Saputra