Dari informasi yang dihimpun, dari rekomendasi tersebut Gibran diduga menerima fee, di mana komisi tersebut digunakan untuk biaya kampanye dalam Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) 2020. Menanggapi hal tersebut, Gibran yang juga pemenang Pilwalkot Solo ini membantah dengan tegas kabar tersebut.
"Itu ngak benar. Saya itu tidak pernah merekomendasikan atau memerintah atau ikut campur dalam urusan bansos ini. Apalagi merekomendasikan goodie, nggak pernah seperti itu. Itu berita yang tidak benar," tegas Gibran.
Gibran mempersilakan semua pihak untuk melakukan kroscek ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) maupun ke PT Sritex. "Kalau saya mau korupsi kenapa nunggu sekarang, kenapa tidak dulu-dulu. Kalau pengin, ya milih proyek yang nilainya triliunan, lebih gede. Proyek tol, PLN, Pertamina. Saya tegaskan tidak pernah ada terbersit keinginan untuk korupsi," katanya.
Suami Selvi Ananda ini juga siap ditangkap oleh KPK apabila terbukti terlibat kasus tersebut. Gibran mengatakan tidak pernah sama sekali bertemu apalagi tatap muka dengan sosok Juliari.
"Yang jelas saya merasa dirugikan di sini. Tidak jelas dari mana sumber (kabar)-nya, ngak ada buktinya. Dibuktikan saja, saya nggak takut juga dan siap ditangkap asalkan ada buktinya. Soal dana kampanye bisa dicek LHKPN, itu kan online, atau tanya Bu Roro (Roro Indradi Sarwo Indah, bendahara 2 DPC PDIP Surakarta, Red), tidak ada yang ditutup-tutupi," papar Gibran.
Di sisi lain, Senin (21/12) kemarin, Gibran kembali menggelar aksi sosial dengan membagikan buku serta sumber gizi bagi warga tidak mampu di Kampung Banyuagung RT 01 RW 02, Kelurahan Kadipiro, Kecamatan Banjarsari. Aksi blusukan ini merupakan kali pertama pasca pencoblosan dan penghitungan perolehan surat suara Pilwalkot Solo.
"Tadi bagi-bagi masker juga ya. Kegiatan rutin. Tadi bagi masker prioritas untuk anak-anak, tadi saya lihat banyak anak-anak yang tidak pakai masker. Saya ingatkan, untuk tetap jaga jarak, rutin cuci tangan, pakai masker," katanya. (atn/ria) Editor : Perdana Bayu Saputra