Kasi Angkutan Orang Dinas Perhubungan Kota Surakarta Dwi Sugiharso mengatakan, uji coba koridor 1 kemarin belum mengerahkan seluruh armada. Namun, hanya 20 bus yang sudah siap dioperasikan. Meski demikian, kekurangan armada itu dipastikan siap sebelum peresmian dilakukan pada 29 Desember.
“Total armada koridor 1 ada 30 bus. Sebanyak 27 akan beroperasi, sementara tiga lainnya cadangan. Uji coba hari ini baru 20 bus yang beroperasi, karena masih ada hal yang harus dilengkapi,” jelas dia.
Uji coba operasional koridor 1 menyusul koridor 2 yang sudah lebih dulu mengaspal pada 20 Desember lalu. Sementara BST koridor 1 dan 2 belum menggunakan rute alternatif karena masih menyesuaikan dengan tahapan penyelesaian Flyover Purwosari.
“Sementara ini masih menggunakan rute sementara dan belum naik melintas di Flyover Purwosari. Rute koridor 1 ini Bandara Adi Sumarmo-Terminal Palur via Overpass Manahan. Kemudian rute sementara koridor 2 meliputi Sub Terminal Kerten-Terminal Palur via Overpass Manahan. Nanti kalau Flyover Purwosari sudah diresmikan baru melintas di sana,” terang Dwi.
Mengingat operasional koridor 1 ini bakal menggunakan jalur contra flow di Jalan Slamet Riyadi, Dishub Surakarta juga mengubah sudut parkir bagi kendaraan roda empat di sepanjang segmen Gladak-Gendengan. Ini untuk memperlancar arus lalu lintas di kawasan itu. Sudut parkir yang sebelumnya 45 derajat kini diubah jadi 0 derajat alias paralel.
“Warga, pemilik usaha, dan juru parkir di kawasan Gladak-Gendengan sudah kami sosialisasi dan beri surat edaran untuk mulai menyesuaikan perubahan parkir di sana, bertepatan dengan operasional BST koridor 1 di jalur contra flow Jalan Slamet Riyadi. Untuk kekurangan lahan parkir bisa dimaksimalkan menggunakan lahan parkir off street dan memanfaatkan parkir di sela jalur hijau kawasan city walk,” imbuh Kabid Perparkiran Dishub Surakarta Henry Satya.
Kepala Dishub Kota Surakarta Hari Prihatno menambahkan, uji coba operasional ini untuk membiasakan masyarakat terhadap sistem layanan transportasi publik yang baru. Setelah benar-benar diresmikan nanti masyarakat tidak lagi bingung terhadap BST yang hampir semua koridornya mengalami penyesuaian rute yang telah terintegrasi.
“Besok uji coba koridor 1. Sebelumnya koridor 2, 3, dan 4 juga sudah diuji coba lebih awal. Rencananya 29 Desember ini diresmikan oleh wali kota. Peresmian BST dan feeder dalam skema buy the service plus peresmian smart halte dari kementerian," kata dia.
Dia berharap para pengguna transportasi publik di Kota Bengawan bisa mulai menyesuaikan dengan layanan ini. Sementara untuk pengguna jalan lainnya, khususnya yang biasa melintas di Jalan Slamet Riyadi harap berhati-hati dan mulai menyesuaikan dengan pola lalu lintas mengingat sudah ada contra flow di ruas jalan tersebut. (ves/bun/ria) Editor : Perdana Bayu Saputra