Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Resmi Dibangun, Seikh Zayed Grand Mosque Solo Tak Hanya untuk Ibadah

Perdana Bayu Saputra • Sabtu, 6 Maret 2021 | 21:43 WIB
Ground breaking Sheikh Zayed Grand Mosque Solo dihadiri perwakilan Pemerintah Indonesia dan UEA, Sabtu (6/3). (ISWARA BAGUS/RADAR SOLO)
Ground breaking Sheikh Zayed Grand Mosque Solo dihadiri perwakilan Pemerintah Indonesia dan UEA, Sabtu (6/3). (ISWARA BAGUS/RADAR SOLO)
















SOLO - Pembangunan Masjid Seikh Zayed, hadiah Pangeran Uni Emirat Arab (UEA) Sheikh Mohamed Bin Zayed An Nahyan untuk Presiden Jokowi, resmi dibangun hari ini (6/3). Nantinya masjid ini tidak sekadar untuk lokasi ibadah semata. Namun diharapkan juga bisa menambah destinasi wisata sehingga menambah devisa bagi negara.

Hal ini diungkapkan Menteri Energi Insfrastruktur Persatuan Uni Emirat Arab Suhail Mohamed Al Mazrouei usai agenda peletakan batu pertama, pagi tadi. Suhail mengatakan, pembangunan masjid ini merupakan simbol kerukunan umat beragama antara Indonesia dan UEA.

Oleh sebab itu, penamaan Masjid Sheikh Zayed diambilkan dari pendiri UEA dan bermakna simbol bagi kerukunan umat beragama.

"Bagi kami nama Masjid Sheikh Zayed yang dibangun di Solo ini sangat istimewa. Kami ambilkan nama masjid dari pendiri nama negara UEA karena kami menghargai Jokowi," kata Suhail.

Lebih lanjut dikatakan dia, di mata UEA Presiden Jokowi dan Indonesia sangat istimewa dan dihormati. Bahkan, karena terlalu istimewa ada nama masjid dan jalan di UEA bernama Jokowi. Pemerintah UEA optimistis Indonesia di bawah pemerintah Jokowi akan lebih maju ekonominya dan ilmu pengetahuan berkembang pesat.

"Masjid Sheikh Zayed ini tidak hanya sekadar buat ibadah, tetapi juga pusat peradaban, wisata religi serta toleransi di Indonesia," kata dia.

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menuturkan, pembangunan masjid merupakan monumen persahabatan antara Indonesia dengan UEA. Selain itu, masjid ini akan menjadi salah satu mercusuar syiar Islam di Nusantara dan simbol moderasi beragama.

"Masjid terindah yang akan dibangun dengan hibah penuh dari putra mahkota UEA ini tidak hanya akan menjadi tempat salat berjamaah, tetapi juga berfungsi sebagai pusat dakwah dan sosial," ucap Gus Yaqut.

Berdasarkan pantauan Jawa Pos Radar Solo, ground breaking Masjid Sheikh Zayed ini juga dihadiri, antara lain Duta Besar RI Abu Dhabi Husin Bagis, Menteri ESDM Erick Thohir, Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen, dan Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka

Masjid Sheikh Zayed yang berada di Kelurahan Gilingan, Kecamatan Banjarsari ini didirikan di atas lahan milik Pertamina yang dihibahkan ke negara. Masjid yang dibangun dengan dana Rp 5,7 triliun ditargetkan selesai selama tiga tahun. (atn/ria)





(rs/atn/per/JPR)




Editor : Perdana Bayu Saputra
#kelurahan gilingan #Masjid Sheikh Zayed #grand mosque solo #ground breaking #hibah putra mahkota uea