Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Surakarta Heru Sunardi mengatakan, lelang penataan Alut dilakukan pada Maret lalu. Saat ini, pemenang lelang telah siap melaksanakan rencana penataan kawasan.
Revitalisasi alut juga melibatkan pihak Keraton Kasunanan. "Jadi bukan rehabilitasi total, hanya mengembalikan ke kondisi awal," terang Heru, Kamis (22/4).
Sebab itu, anggaran penataan alut tidak terlalu besar jika dibandingkan proyek lainnya. Pemkot mengalokasikan anggaran senilai Rp 1,3 miliar dari APBD 2021.
"Teknis pekerjaannya di mulai dari pembongkaran bangunan pasar darurat. Dilanjutkan pembersihan kawasan, pemadatan tanah, perbaikan parit, hingga pengecatan ulang pagar Alun-alun. Selesai tiga bulan," ungkap kepala disdag.
Pantauan Jawa Pos Radar Solo, dalam beberapa hari terakhir, sejumlah alat berat mulai melakukan perataan tanah alut. Ketika menemukan ada bagian yang rusak, segera diperbaiki. Setelah penataan rampung, baru dilakukan serah terima pengembalian sewa aset ke Keraton Kasunanan Surakarta.
Sebelum perawatan teknis dimulai, pemkot bersama sejumlah abdi dalem Keraton Kasunanan Surakarta bergotong royong membersihkan kawasan keraton.
"Keraton punya ide mengajak kerja bakti bersama, ya kami turunkan personel untuk membantu kegiatan itu," jelas Heru.
Sementara itu, adik Paku Buwono XIII Hangaebehi, GKR Wandansari Koes Moertiyah sempat menginisiasi gerakan Save Keraton dengan agenda kerja bakti bersama. Tujuannya, merawat sejumlah aset cagar budaya di lingkungan keraton.
"Aksi ini akan terus dilakukan selama berkala. Harapannya yang selama ini terbengkalai bisa lebih tampak terawat seperti sebelumnya. Dan mungkin bisa digunakan lagi untuk menggelar berbagai kegiatan adat," ucapnya belum lama ini. (ves/wa) Editor : Perdana Bayu Saputra