Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Minggu Puncak Arus Mudik: 42 Ribu Kendaraan Bakal Masuk Tol Solo-Ngawi

Perdana Bayu Saputra • Sabtu, 1 Mei 2021 | 01:56 WIB
Lalu lintas kendaraan di jalan tol masih terlihat landai, Jumat (30/4).
Lalu lintas kendaraan di jalan tol masih terlihat landai, Jumat (30/4).
BOYOLALI – Puncak arus mudik Lebaran diprediksi terjadi pada Minggu (2/5) dengan volume lalu lintas (lalin) 42.800 kendaraan. Kenaikan traffic diperkirakan mulai Sabtu (1/5). Selanjutnya, puncak arus balik terjadi pada Minggu (23/5) dengan volume lalin 45 ribu kendaraan.

“Karena ada regulasi terbaru terkait larangan mudik pada 6-17 Mei, akan ada penyekatan di pintu masuk tol. Jadi kami mencoba memprediksi adanya puncak arus mudik sebelum 6 Mei itu,” ungkap General Manager Teknik dan Operasi Jasamarga Solo Ngawi (JSN) Saktia Lesan Dianasari di kantor JSN, Jumat (30/4).

Saktia memprediksi volume lalin pada hari H Lebaran, Kamis (13/5), mencapai 22 ribu kendaraan. Kemudian, pada Jumat (14/5) mencapai 24 ribu kendaraan yang melalui ruas Solo-Ngawi.

“Ini sangat berbeda jauh dibandingkan pada 2020. Karena saat Lebaran tahun itu lalin hanya ada 2 ribu kendaraan. Saat itu memang sangat ketat kondisi regulasinya untuk larangan mudik dan larangan pulang kampung. Sedangkan pada 2019, lalin mencapai 38 ribu kendaraan. Mungkin faktornya di tahun tersebut baru kali pertama jalan Tol Trans Jawa tersambung dari Jakarta dan Surabaya,” bebernya.

Sampai saat ini, Saktia menyebut belum ada peningkatan lalin yang signifikan. Kondisi lalin masih normal setelah Covid-19. Seperti pada Maret lalu, volume lalin sebanyak 12-13 ribu kendaraan. Sempat menyentuh angka 20 ribu kendaraan pada April. Lantaran ada libur long weekend di awal bulan.

“Orang-orang juga sudah mulai melakukan tradisi sebelum puasa seperti ziarah dan lain sebagainya. Itu lumayan cukup tinggi lalinnya. Tapi minggu ketiga April, balik lagi ke lalin normal di Maret,” sambungnya.

Sementara itu, lokasi penyekatan larangan mudik di ruas Solo-Ngawi dilakukan di dua gerbang. Yakni di Tol Sragen KM 528 dan Tol Ngawi KM 579. Penyekatan dimulai pada 6-7 Mei. Sebelumnya, Polda Jatim sudah melakukan simulasi dan sosialisasi penyekatan di Gerbang Tol Ngawi, khususnya dari arah barat ke arah timur.

Sakti berharap penyekatan dua gerbang tol ini tidak berdampak signifikan pada traffic. Sebab tahun lalu, dua penyekatan tersebut berimbas pada penurunan lalin. Hanya 2 ribu kendaraan per hari.

“Soal kesiapan pelayanan arus mudik dan balik Lebaran tahun ini, Solo-Ngawi punya delapan gerbang tol. Tapi gerbang tol Sragen Timur belum bisa dibuka. Karena belum ada sertifikat laik operasi. Dan masih diperbaiki guna keselamatan pengguna jalan,” ujarnya.

Tujuh gerbang tol tetep beroperasi seperti biasa. Dan dioptimalkan untuk pelayanan arus mudik dan balik Lebaran 2021. Dari 91 kilometer ruas wilayah JSN memiliki tiga rest area. Di KM 519 tipe A, KM 575, KM 538 tipe B. (aya/bun/ria)

Prediksi Traffic Lalin di Tol Solo-Ngawi

Puncak Arus Mudik, Minggu (2/5): 42.800 kendaraan

Hari Lebaran, Kamis (13/5): 22.000 kendaraan

Hari H+1 Lebaran, Jumat (14/5): 24.000 kendaraan

Puncak Arus Balik Minggu (23/5): 45.000 kendaraan

Sumber: Jasamarga Solo Ngawi Editor : Perdana Bayu Saputra
#puncak arus mudik #Penyekatan Pemudik #tol solo-ngawi #mudik lebaran