Rombongan abdi dalem Keraton Kasunanan tiba di halaman Masjid Agung Surakarta sekitar pukul 21.00. Rombongan pertama berupa abdi dalem pengerawit sambil membunyikan rebana. Rombongan berikutnya adalah abdi dalem yang mebawa puluhan lampu ting yang di tengahnya disesali sejumlah abdi dalem yang membawa ancak cantaka (tempat membawa tumpeng sewu).
“Giat adat Malam Selikuran itu merupakan tradisi adat yang sudah dilestarikan sejak 1939 pada masa pemerintahan PB X. Karena masih pandmi, hajad dalem ini dibatasi hanya 150 peserta dengan penerapan protokol kesehatan ketat,” terang Pengageng Parentah Keraton KGPH Adipati Dipokusumo disela kegiatan.
Di sisi lain, 200 abdi dalem dan sentana dalem lainnya dipimpin GKR Wandansari melakukan prosesi adat serupa satu jam sebelumnya. Bedanya, giat adat ini lebih sederhana dengan memanjatkan doa.
“Kami lebih sederhana karena masih situasi pandemi. Yang pasti ini salah satu bentuk pelesteraian budaya dan silaturahmi antarsentana dan abdi dalem," ucap adik PB XIII yang akrab disapa Gusti Moeng ini. (ves/bun) Editor : Perdana Bayu Saputra