Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Malam Selikuran Keraton Kasunanan Surakarta Diisi Kirab dan Doa

Perdana Bayu Saputra • Senin, 3 Mei 2021 | 05:37 WIB
BUDAYA: Prosesi Kirab Malam Selikuran yang digelar Keraton Kasunanan Surakarta. (M. IHSAN/RADAR SOLO)
BUDAYA: Prosesi Kirab Malam Selikuran yang digelar Keraton Kasunanan Surakarta. (M. IHSAN/RADAR SOLO)
SOLO - Hajad dalem malem selikuram Minggu (2/5) malam berlangsung khidmat di tengah pembataan dan penerapan protokol kesehatan. Meski sederhana, kirab lampu ting dan pembagian sewu tumpeng itu berjalan lancar.

Rombongan abdi dalem Keraton Kasunanan tiba di halaman Masjid Agung Surakarta sekitar pukul 21.00. Rombongan pertama berupa abdi dalem pengerawit sambil membunyikan rebana. Rombongan berikutnya adalah abdi dalem yang mebawa puluhan lampu ting yang di tengahnya disesali sejumlah abdi dalem yang membawa ancak cantaka (tempat membawa tumpeng sewu).

“Giat adat Malam Selikuran itu merupakan tradisi adat yang sudah dilestarikan sejak 1939 pada masa pemerintahan PB X. Karena masih pandmi, hajad dalem ini dibatasi hanya 150 peserta dengan penerapan protokol kesehatan ketat,” terang Pengageng Parentah Keraton KGPH Adipati Dipokusumo disela kegiatan.

Di sisi lain, 200 abdi dalem dan sentana dalem lainnya dipimpin GKR Wandansari melakukan prosesi adat serupa satu jam sebelumnya. Bedanya, giat adat ini lebih sederhana dengan memanjatkan doa.

“Kami lebih sederhana karena masih situasi pandemi. Yang pasti ini salah satu bentuk pelesteraian budaya dan silaturahmi antarsentana dan abdi dalem," ucap adik PB XIII yang akrab disapa Gusti Moeng ini. (ves/bun) Editor : Perdana Bayu Saputra
#Masjid Agung #Budaya Malam Selikuran #kirab malam selikuran #malam selikuran #keraton kasunanan surakarta